Advertisement
 
 
Islam Memuliakan Perempuan, Jauh sebelum Kartini Lahir Cetak E-mail
Monday, 19 April 2010

ImageALHIKMAHONLINE.COM.- Dulu, ketika norma dan rasa kemanusiaan hanya tersimpan di bawah ketiak, kehidupan di jazirah Arab sungguh mengerikan. Orang bebas melakukan semau hati tanpa adanya hukum yang mengatur. Dampak yang lebih parah justru diterima oleh kaum perempuan. Saat itu, wanita hanya dianggap sebagai makhluk yang menjadi beban saja. Kelahirannya cuma dianggap sebagai aib. Tak heran, ketika bayi-bayi perempuan ada yang lahir, ia dikubur hidup-hidup.

Kemudian, muncullah seorang lelaki sederhana yang mencoba mengubah tatanan moral yang sudah rusak itu. Ia membela hak-hak perempuan yang selama ini terpinggirkan. Tidak boleh ada penistaan dan pembunuhan terhadap bayi-bayi perempuan.

Muhammad, namanya. Nabi dan rasul terakhir. Dengan wahyu yang dibawanya, ia memerintahkan agar selalu menghormati dan menjaga kaum perempuan. Perempuan adalah sumber kehidupan.

Tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Sebab, seperti wahyu yang didapatkannya, semua manusia sama, hanya yang membedakannya adalah tingkat ketaqwaan di hadapan Allah SWT.

Image

Ajarannya yang sangat menghormati perempuan ia implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika salah seorang ada yang bertanya tentang sipakah yang harus ia hormati, Muhammad menjawab, “Ibumu! Ibumu! IbumuI Lalu, Ayahmu.”

Ini mengindikasikan, bahwa Islam, sebagai ajarannya, sangat menghormati kaum perempuan. Terutama Ibu. Jadi, salah apabila ada orang yang menganggap bahwa Islam mengekang kebebasan atau bahkan menindas perempuan.

Sebab, Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran Islamnya pun sangat menghormati perempuan.

Pun sama halnya yang terjadi di Indonesia.

Dulu ketika, pemerintah kolonial hanya memberikan akses pendidikan pada kaum priyayi saja –itu pun sering kali terbatas pada kaum laki-laki saja-  Islam, dengan jalur pendidikannya, memberikan pendidikan bagi semua pihak. Tak terkecuali kaum perempuan.

Mereka bebas berekspresi dan memuaskan dahaga keilmuannya.

Dapat dilihat hasilnya; Tjut Nyak Dien, Tjut Meutia, Nyi Ahmad Dahlan –sekedar menyebut beberapa nama- ikut dalam pergerakan nasional melawan penjajahan kolonial.

Jadi, sebuah kekeliruan yang besar, jika masih saja ada orang yang menganggap bahwa kehidupan di dalam Islam tidak adil terhadap kaum perempuan. Islam sangat menghormati perempuan.

(ffh/dbs/alhikmahonline/foto: www.pemuda-peradaban.co, rizqiyanti.wordpress.com)     

  

 

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru