Advertisement
 
 
Paradoks Kelulusan Cetak E-mail
Monday, 26 April 2010

Image ALHIKMAHONLINE.COM-- Hari ini, Senin, (26/4/2010), adalah hari di mana penentuan 'masa depan' seseorang diputuskan. Ya, siswa SMA dan SMAK se-Indonesia mendapatkan pengumuman kelulusannya. Setelah beberapa waktu yang lalu, berjuang habis-habisan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

 

Polemik, hujatan, harapan, cercaan mengiringi proses tersebut. Namun, ada hal yang menarik untuk dicermati. Dulu ketika ujian nasional akan dilaksanakan, berlomba-lomba para siswa melakukan munajat dan doa bersama untuk memperoleh kelulusan. Bahkan ada yang sampai menitikkan air mata berharap doanya dikabulkan oleh Allah SWT.

Mereka berkumpul disekolahnya masing-masing. Istigotsah, salat hajat, dan berbagai doa lainnya dipanjatkan. Puasa dan tahjud adalah ibadah yang tidak boleh terlewatkan. Sungguh sesuatu hal yang indah.

Ketika, ujian selesai dilaksanakan, satu bulan para siswa ini menunggu pengumuman atas kerja keras dan doa mereka selama ini. Akan tetapi, ternyata setelah mengetahui bahwa dirinya lulus, nilai-nilai Islami itu ternyata tidak membekas.

Istigosah, puasa, salat hajat, tahajud hanya tersimpan dalam indahnya buku kenangan semasa sekolah.

Pada hari kelulusan, kita melihat, para siswa mencorat coret seragamnya sendiri sebagai ungkapan kebahagiaan. Mereka memotong dan merobek pakaiannya sendiri sampai aurat tergerai kemana-mana. Ugal-ugalan di jalan. Bahkan, sampai ada yang menenggak minuman keras. Naudzubillah.

Dimanakah doa dan ibadah yang dulu pernah dilakukan oleh para siswa? Inikah tanda-tandanya generasi kita tak pandai bersyukur? Pantas saja dalam melakukan sesuatu, kita tidak pernah mendapat berkah dari Allah, sebab setelah mendapatkan apa yang diinginkan, kita malah lupa pada-Nya. Mungkinkah selama ini, kita termasuk ke dalam orang yang tak pernah bersyukur? Kufur nikmat?

Kita tenggelam dalam euphoria yang melenakan. Padahal, semua itu jauh dari apa yang telah diajarkan oleh-Nya. Kelulusan tahun ini, sama saja dengan kelulusan tahun-tahun sebelumnya. Menimbulkan paradoks yang tak berkesudahan. Masya Allah.

(ffh/alhikmahonline/foto; www.padangmedia.com)

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru