|
ALHIKMAHONLINE.COM-- Siapa yang tidak mengenal komik? Konon, cerita bergambar ini keberadaannya telah dimulai berabad-abad lampau. Pada masa pra sejarah di gua Lascaux, Prancis Selatan , telah ditemukan torehan berupa gambar-gambar bison, sejenis banteng atau kerbau Amerika. Lalu dari zaman Mesir kuno banyak ditemukan cerita-cerita bergambar yang ditulis pada daun papirus.
Komik modern sendiri baru diluncurkan pertama kali pada tanggal 18 oktober 1896, saat Richard Outcault mengeluarkan komik pertamanya berjudul "Yellow Kid". Komiknya ini dikenal sebagai cikal bakal karakter komik modern pertama, yang dimuat di New York Journal pada akhir tahun 1902. Perkembangan komik begitu cepat dan menjadi bacaan populer hingga sekarang. Orang-orang mulai tergila-gila pada komik bahkan sampai ada yang kecanduan. Namun, yang disayangkan, perkembangan komik sampai sekarang masih didominasi oleh komik Barat dan Jepang. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran Dr. Naif Al-Mutawa, seorang lelaki dari Kuwait akan komik. Banyak dari kaum muslim, terutama anak-anak membaca komik barat yang notabene budaya dan nilai yang ditawarkan dalam komik jauh dari nilai-nilai islam. Ditambah tidak adanya tokoh komik superhero yang muncul dari dunia Islam membuatnya gelisah. Dengan semangat ingin menyebarkan spirit Islam ke seluruh dunia, Naif Al-Muttawa mencoba membuat sebuah komik yang didasarkan pada ajaran Islam. The 99, komik yang diilhami budaya Islam ia buat. Komik ini menceritakan tentang pahlawan-pahlawan super yang mendapatkan kekuatan dari permata nur yang diciptakan di Baghdad, Irak pada tahun 1258 Masehi. Pahlawan-pahlawan super itu bersatu untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera melawan tokoh antagonis Rughal beserta para pengikutnya. Karakter pahlawan dalam komik tersebut diadaptasi dari Asmaul Husna, seperti Jabbar (Sang Perkasa), Noora (Sang Cahaya), Soora (Sang Pengatur), Mumita (Sang Penghancur), Fatah (Sang Pembuka), Jami (Sang Penyusun), Hadya (Sang Penuntun) dan Widad (Sang Cinta). Para tokoh ini berasal dari berbagai belahan dunia. Misalnya tokoh Fatah, seorang pemuda yang berasal dari Indonesia mempunyai kemampuan membuka portal waktu dengan sesuka hati. Dengan kemampuannya tersebut ia dapat berpindah tempat seketika tanpa harus terbebani oleh jarak dan waktu. Berangkat dari toleransi dan nilai universal yang dimiliki Islam, komik The 99 mencoba untuk bersaing dengan tokoh komik barat yang sudah terkenal, seperti Batman dan Spiderman. Hasilnya? Sungguh luar biasa. Pasar komik barat mulai dipenuhi oleh The 99. Bahkan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, baru-baru ini memberikan apresiasi tersendiri akan komik The 99. Hal ini merupakan salah satu jalan bagi Islam untuk memberikan informasi dirinya kepada dunia Barat. Bahwa Islam, merupakan agama yang rahmatan lil alamin dan dapat diterima oleh berbagai pihak. (ffh/dbs/alhikmahonline)
| Comments () >> |
 |
|