|
ALHIKMAHONLINE.COM -- Senin (31/5/2010), “Mavi Marmara, kapal bantuan kemanusiaan milik organisasi kemanusiaan turki, IHH, yang ditumpangi relawan Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C), Komite Indonesia untuk Solidaritas Rakyat Palestina (KISPA), dan Sahabat Al-Aqsha (Hidayatullah.com), dan relawan dari negara lainnya diserang teroris israel. Sekitar 19 relawan syahid dan 50 lainnya mengalami luka-luka.
Seperti dikutip laman Vivanews, Selasa (1/6/2010), Lembaga Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) merilis daftar jumlah relawan misi kemanusiaan yang luka dan tewas dalam insiden serangan tentara Israel ke Kapal Mavi Marmara. Dalam rilis tidak disebutkan nama korban yang tewas, hanya yang cedera. " Ada lebih 50 orang luka dan 19 orang meninggal dunia," kata Direktur Operasional Sahabat Al Aqsha, Amirul Iman, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Selasa 1 Juni 2010. Sahabat Al Aqsha merupakan salah satu kelompok relawan asal Indonesia yang berada dalam kapal itu. Tiga relawan lembaga ini turut dalam rombongan kemanusiaan yang dimotori IHH Turki. Nama korban yang cedera pun belum disebutkan secara lengkap. "Jumlah korban yang luka yang disebutkan tidak sampai 50 orang. Dari nama-namanya tidak ada yang dari Indonesia," ujarnya. Jumlah warga negara Indonesia yang ada dalam kapal itu berjumlah 12 orang. "Mereka mengidentifikasi dari video streaming saja," kata Amirul. Amirul juga belum mendapat kabar pasti tentang nasib tiga rekannya yang berada di dalam kapal. Kontak terakhir dengan salah satu dari mereka berlangsung sekitar 24 jam lalu. "Saat itu satu jam sesaat sebelum penyerangan. Saya ngobrol dengan Surya Fahrizal (jurnalis Hidayatullah). Dia bilang sejak jam 11 malam dibuntuti tentara Israel," ujarnya. (mer-c/ vivanews/ Alhikmahonline)
| Comments () >> |
 |
|