| Tamu dari Malaysia |
|
|
| Friday, 11 June 2010 | |
|
Sebagai sesama Lembaga Pengelola Zakat, silaturahim dengan cara saling mengunjungi dan berbagi pengalaman tentu adalah sebuah kelaziman. Demikian halnya dengan LZS. Selain bersilaturahim, mereka pun ingin mengetahui lebih dekat hal ihwal pengelolaan Zakat di Jawa Barat, yang digawangi salah satunya oleh Jejaring Dompet Dhuafa Republika wilayah Jawa Barat, Dompet Dhuafa (DD) Bandung. Diskusi pun berjalan cair. Selesai Direktur DD Bandung menyampaikan Highlight lembaga, mulai sejarah hingga program-program terkini yang tengah digulirkan, banyak hal yang mengundang tanya rombongan. Salah satunya tentang program Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC). Sejak didirikan 11 Oktober 2004 lalu, RBC yang merupakan institusi pelayanan persalinan Cuma-Cuma bagi kalangan dhuafa ini memang menyedot perhatian publik. Di tengah kondisi sosial ekonomi masyarakat yang serba sulit, RBC hadir memberikan solusi nyata bagi pasangan suami-istri yang tengah dalam keterbatasan finansial. “Hingga kini, sejak 2004, lebih dari 20 ribu masyarakat dhuafa telah terbantu dengan hadirnya fasilitas persalinan Cuma-Cuma ini. Jumlah tersebut mencakup layanan pemeriksaan kehamilan, persalinan, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, Keluarga Berencana (KB), dan rawat jalan,” papar Direktur DD Bandung, Ima Rachmalia. Ooohhh ... mmmhhh ... sesekali terdengar keluar dari mulut tetamu. Terlebih saat mengetahui bahwa dana yang terhimpun DD Bandung baru sejumlah Rp 6 Miliar. Mereka seolah kagum, dengan dana yang relatif kecil seperti tersebut, DD Bandung sudah bisa membuat program-program yang menyentuh langsung masyarakat kebanyakan. Penasaran ingin menyaksikan keberadaan RBC, rombongan pun segera bertolak dari kantor DD Bandung Jl. Pasirkaliki 143 ke Gedung Wakaf RBC, Kompleks Pesantren At-Ta’Zhimiyyah Jl Holis 448 A, Bandung. Tiba di RBC, rombongan disambut para bidan, dokter dan staf institusi tersebut dengan antusias. Mereka langsung dipandu keliling gedung, melihat berbagai fasilitas yang ada. Diantaranya bahkan sempat berbincang dengan para pasien (mustahik penerima zakat) RBC yang tengah menjalani rawat jalan, ataupun baru saja melakukan prosesi persalinan. LZS sendiri memang satu-satunya lembaga zakat di Selangor, Malaysia. Lembaga ini ditunjuk langsung oleh pemerintah Negara Bagian Selangor, sebagai institusi pengelola Zakat. Kepada Alhikmahonline di sela-sela kunjungan, Pengurus Besar LZS, Ahmad Shahir Makhtar menyampaikan banyak hal tentang kondisi perzakatan di Selangor, Malaysia. Soal penghimpunan, setiap tahunnya LZS rata-rata berhasil memungut sekitar 300 Juta RM (Ringgit Malaysia). Jika dikonversikan kepada Rupiah dengan kurs Rp 2.700, maka setara dengan jumlah Rp 810 Milyar. Fantastik. Dengan angka penghimpunan sebesar itu, mereka menyalurkan ke Mustahik Zakat yang berjumlah hanya 20 ribu Jiwa di Selangor, Malaysia. Bandingkan dengan jumlah penghimpunan Nasional Zakat di negeri kita. Potensinya hampir 20 Triliun Rupiah, realisasinya belum menyentuh 10 Persennya. Itu pun harus pembagian penyaluran ke sekitar 39 juta Rakyat Miskin Indonesia (BPS) atau bahkan berlipat 120 Juta, jika mengacu data Bank Dunia. Subhanallah. (hbsungkaryo/alhikmahonline) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




ALHIKMAONLINE.COM
