| Nonton Bareng VS Salat Berjamaah... Mmmhh! |
|
|
| Wednesday, 16 June 2010 | |
|
“Ini khusus dibuat untuk nobar (nonton bareng-red) piala dunia nanti malam,” kata Yudi seorang pemilik kafe di bilangan Cihampelas. Ketika piala dunia berlangsung sepertinya nobar telah membudaya dalam masyarakat. Orang rela berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat yang menyelenggarakan kegiatan nonton bareng, seperti di kafe, mal, hotel maupun restoran. “Untuk menarik minat pengunjung dan menyambut piala dunia,” ungkap Yudi ketika ditanya alasan menyelenggarakan kegiatan nonton bareng di kafenya. Memang kegiatan nonton bareng ini sepertinya disambut antusias oleh sebagian masyarakat. Terbukti, masyarakat tersebut tak memerdulikan cuaca, waktu dan jarak hanya untuk menonton bersama pertandingan piala dunia. Hal ini berbanding terbalik dengan kegiatan salat. Kegiatan salat yang notabene dianjurkan untuk berjamaah layaknya menonton pertandingan sepak bola malah banyak ditinggalkan. Masjid-masjid banyak yang kosong ketika waktu salat tiba. “Ya kalau dibandingkan dengan orang pergi ke mal atau nonton bareng piala dunia, orang berjamaah salat sungguh sedikit,” ungkap Asep salah satu pengurus masjid Al Kautsar yang terletak di jalan Sumbawa Kota Bandung saat ditemui Alhikmah, Rabu (16/6/2010). Minat yang kurang untuk melaksanakan salat berjamaah dibanding nonton bareng juga diakui oleh Dendi. Salah seorang warga Kota Bandung yang sering menghabiskan waktunya untuk nonton bareng di kafe-kafe. “Belum. Jujur saya jarang melaksanakan salat berjamaah. Kalau nobar itu kan kegiatan empat tahun sekali,” ungkap Dendi. Posisi minat seseorang untuk melakukan salat berjamaah ternyata cukup mengkhawatirkan. Padahal jadwal ketentuan salat sudah diatur sejak ratusan tahun silam oleh Allah SWT lewat wahyu kepada Nabi Muhammad. Hal yang seharusnya sakral dan lebih diutamakan ternyata kalah oleh hal yang profan, seperti nonton bareng piala dunia. Bagaimanakah dengan Anda? (ffh/alhikmahonline) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




