| PBB Setuju Penyelidikan Atas Penyerangan Kapal Mavi Marmara |
|
|
| Tuesday, 22 June 2010 | |
|
Sementara itu, delegasi Rusia meminta agar pihak Israel untuk segera membuka blokade atas Gaza. Hal ini diperlukan agar bantuan kemanusiaan yang diberikan dapat diterima secepatnya oleh rakyat Palestina. Hal ini pun diamini oleh sebagian delegasi peserta sidang dewan keamanan PBB. Dari wilayah Israel, dilaporkan bahwa ebuah komisi pembangunan dan perencanaan lokal Zionis Israel di pemerintah kota Israel di al Quds, Senin (21/6), sedang membahas rencana walikota pemerintah kota Israel di al Quds, Neir Barakat, yang diberi nama “Rencana Pengembangan Kampung Silwan”, untuk menghancurkan puluhan rumah warga Palestina yang ada di kampung Silwan di selatan masjid al Aqsha, tepatnya di kampung Silwan di kota al Quds, untuk mendirikan taman nasional taurat di atas reruntuhan rumah-rumah warga Palestina. Rencana Zionis ini telah memicu kemarahan dan ketidaksukaan warga kampung Silwan. Sehingga membuat PM Israel Benyamin Netanyahu meminta walikota pemerintah kota Israel di al Quds untuk mencoba melakukan kesepamahan dengan warga. Warga kampung Silwan mengajukan sebuah rencana untuk menyempurnakan legalitas seluruh rumah, namun pemerintah kota Israel menolaknya. Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa pasukan penjajah Zionis Israel yang melaksanakan perintah penghancuran kampung Bustan, mencoba untuk mengobarkan daerah tersebut. Di tengah-tengah sikap dunia yang kontra Israel setelah serangan terhadap “armada kebebasan" dan upaya melarikan diri dan membuat dunia merasa bahwa Israel telah melonggarkan blokade terhadap Jalur Gaza, pada saat yang sama terus melaksanakan proyek "permukiman" di l Quds, dengan mengumumkan pembangunan 1600 unit perumahan baru dan penghancuran 22 rumah di kampung Bustan di Silwan. (ffh/infopls/alhikmahonline)
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




