| Ciptakan Desa Produktif, SEL Gelar Seminar |
|
|
| Thursday, 24 June 2010 | |
|
“Desa produktif adalah suatu keadaan di mana seluruh anggota masyarakat dapat hidup dari apa yang mereka miliki. Tidak ada yang menganggur,” kata Eri Sudewo, CEO SEL yang juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut kepada Alhikmahonline. Selain Eri Sudewo, seminar desa produktif tersebut juga menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten di bidangnya. Misalnya, Nasrudin yang terkenal dengan lele “Sangkuriang”-nya, Yogi Tyandaru, pemilik toserba Fajar group, Rachmat Badrudin, pengusaha teh dan pemilik PT. KBP Chakra. Mereka semua berbagi pengalaman kepada para perwakilan kepala desa se-Jawa Barat tentang bagaimana menciptakan desa produktif. “Kepercayaan dan tanggung jawab antarpenduduk desa merupakan hal yang utama dalam menciptakan desa produktif,” ungkap Rachmat Badrudin dalam salah satu sesi tanya jawab dengan para peserta. Kota Bandung adalah kota pertama yang menggelar seminar desa produktif ini. Diharapkan seminar seperti ini akan bergulir ke seluruh kota-kota yang ada di indonesia. Seperti yang diungkapkan oleh direktur Dompet Dhuafa, Ima Rachmalia, “Program seperti desa produktif sebenarnya adalah program yang sudah sering kita lakukan di Dompet Dhuafa. Saya berharap kerja sama antara SEL dan Dompet Dhuafa akan berjalan terus. Seminar seperti ini harus berkelanjutan dan digulirkan di kota-kota lain di Indonesia. Agar dapat tercipta sebuah desa yang mandiri dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri.” (ffh/alhikmahonline) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




ALHIKMAHONLINE.COM-- Apa yang akan terjadi jika para kepala desa dikumpulkan dalam satu ruangan? Pastinya akan berjalan meriah dan menarik serta tentunya akan berpikir untuk menciptakan desa produktif. Apa itu desa produktif? Inilah yang coba digalakkan oleh SEL (Social Entrepreunership Leader) dan Dompet Dhuafa Bandung melalui seminar sehari yang dilaksanakan di Grand Hotel Pasundan, Bandung dengan tajuk “Menciptakan Desa Produktif” Kamis (24/6/2010).
