Advertisement
 
 
SEL: Ayo Ciptakan Desa Produktif! Cetak E-mail
Thursday, 24 June 2010

ImageALHIKMAHONLINE.COM -- Ada sekitar 75.000 desa di Indonesia, yang sebagian besar kini kebingungan melangkah ke depan.  Desa yang kini tak menjanjikan apa-apa, ditinggalkan pemuda-pemuda terbaiknya. Sebagian mencari nafkah ke kota yang meski untuk itu mereka mau menjadi kuli dan buruh. Sedang yang tinggal, sebagian menjadi tukang ojek yang bertahun-tahun kemudian tak memberi ketrampilan apa-apa. Dan sebagian lagi kebingungan apa yang harus dilakukan.

 

Untuk itu, Social Entrepreneurship Leader (SEL), sebuah lembaga yang berkonsentrasi dalam pengembangan dan pemberdayaan desa-desa di Indonesia, digagas.

Dalam siaran persnya yang diterima redaksi Alhikmah, direktur SEL Indonesia, Luthfi Afandi mengatakan, seperti definisinya, social entrepreneurship menekankan kemampuan mengatasi persoalan masyarakat melalui  prinsip-prinsip entrepreneurship. Berdasarkan definisi itu, tambah Luthfi, pendekatan social entrepreneurship tentu amat tepat dan bermanfaat guna mengatasi persoalan ketidakberdayaan masyarakat dan kemiskinan di Indonesia.

“Inilah 'karakter' yang harus dimiliki oleh warga yang ingin memberi kontribusi nyata bagi Indonesia sebagai bagian dari agent of social change,” katanya.

Dengan mengusung motto 'Ciptakan Desa Produktif', SEL Indonesia mengajak para pemimpin dan calon pemimpin, pemuda, praktisi pemberdayaan, praktisi CSR, praktisi zakat dan wakaf, praktisi bisnis, dan praktisi HRD guna mengenal, mengasah hingga memiliki jiwa social entrepreneurship. Hal ini dimaksudkan agar kelak, lembaga-lembaga tersebut dapat menjadi mitra dalam membedah potensi desa, membedah program, membedah usaha, juga dalam membedah manajemen dan organisasi desa. Bahkan SEL juga siap untuk mendisain dan mengembangkan berbagai program pedesaan.

SEL Indonesia sendiri didirikan oleh para praktisi organisasi bisnis dan kemanusiaan yang telah teruji banyak menginspirasi, memberdayakan, mengembangkan program dan membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan orang di Indonesia. ERIE SUDEWO, misalnya. Penggagas utama dan salah seorang pendiri SEL ini baru saja didapuk sebagai Social Entrepreneur of the Year 2009 dari Ernst & Young, anugerah Tokoh Perubahan 2009 dari Harian Republika, dan  Finalis People of the Year 2009 dari Harian Seputar Indonesia. Sebelumnya, oleh Majalah Gatra, ia ditahbiskan sebagai Ikon Sosial tahun 2008. Semua itu merupakan penghargaan atas keberhasilannya membawa Dompet Dhuafa Republika, dalam rentang waktu 10 tahun menjadi lembaga nirlaba terbesar di Indonesia.

 

(sel/alhikmahonline)
Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru