Advertisement
 
 
Pendekatan Dialogis Membendung Pemurtadan Cetak E-mail
Monday, 12 July 2010

Image ALHIKMAHONLINE.COM-- Pada hari Jumat, (9/7/2010) terjadi diskusi yang menarik di ruangan Kalam, Salman ITB, Bandung. Bukan diskusi biasa. Sebab, kali ini diskusi yang digelar menghadirkan sekretaris MUI Kota Bandung, Dr. Asep  Zaenal Ausop dan pendeta Abraham Under, yang beberapa waktu lalu ditengarai telah melakukan tindak pemurtadan pada warga di sekitar Kota Bandung. Diskusi ini juga dihadiri beberapa perwakilan dari kasat intel Kapolwltabes Kota Bandung, ormas Islam semisal; Insan Kamil, Komite Peduli Umat Bandung(KPUB), dan Gerakan Reformis Islam (GARIS), para wartawan dari media Islam dan perwakilan dari mahasiswa ITB.

 

“Dalam diskusi kali ini, kita tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Kita hanya bertukar ilmu saja secara ilmiah,” kata Dr. Asep Zaenal Ausop memulai diskusi.

Hal ini pun ditanggapi secara dingin oleh pendeta Bram yang sekilas nampak menunjukkan ketegangan.

Diskusi sendiri berjalan menarik. Argumen yang dilontarkan oleh para pembicara begitu bernas dan brilian. Hal yang menjadi pokok pembicaraan adalah perbandingan agama Islam dengan Advent.

“Saya hanya ingin mencari persamaan dengan Islam. Bagaimana kita bisa hidup secara berdampingan tanpa saling mencurigai satu sama lain,” kata pendeta Bram ketika ditanya soal motif pemberian bantuan kepada beberapa warga di Babakan Ciparay.

“Saya setuju dengan ungkapan hidup secara berdampingan tanpa saling mencurigai satu sama lain. Hanya saja, mencari persamaan dengan Islam jelas tidak mungkin dan aneh. Mengapa dengan Islam yang jauh sekali ajarannya Anda ingin mencari persamaan sedang dengan satu ajaran dengan Anda seperti kristen Katolik dan Protestan Anda malah memusuhinya?” Tanya Dr. Asep Zaenal Ausop.

Pertanyaan ini tidak bisa dijawab oleh pendeta Bram. Beberapa masalah hukum dalam Islam dan Advent pun dibahas secara ilmiah. Hasilnya? Pendeta Bram dibuat terbelalak. Sebab beberapa kali dalam diskusi pertanyaan yang diberikan tidak bisa dijawab oleh pendeta Bram.

Pada akhir diskusi dibuat sebuah perjanjian di atas segel antara pendeta Bram dengan beberapa ormas Islam. Hal ini dibuat agar pendeta Bram tidak melakukan tindak pemurtadan yang membawa kerugian berbagai pihak.

(ffh/alhikmahonline)   

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru