| Ekonomi Syariah; Sistem Ekonomi Alternatif Indonesia |
|
|
| Wednesday, 21 July 2010 | |
|
Tujuan seminar adalah untuk memberikan pencerahan dan penyadaran kepada umat Muslim tentang solusi Islam dalam ekonomi yang logis, realistis dan penuh berkah. Di samping itu juga dalam rangka menyamakan persepsi umat Muslim bahwa ekonomi syariah adalah konsep ekonomi terbaik bagi umat manusia untuk keluar dari berbagai krisis, seperti krisis global. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Abdul Halim Abdul Hamid, seorang panelis seminar yang juga pakar ekonomi syariah dari Malaysia, bahwa sistem syariah menjadi model dan mulai digunakan oleh para praktisi ekonomi barat. “Barat mulai mengetahui bahwa sistem ekonomi yang selama ini mereka agungkan ternyata hanya membawa dirinya ke jurang penderitaan. Buktinya dapat kita lihat saat terjadi krisis global beberapa waktu yang lalu. Mereka mulai beralih kepada sistem ekonomi syariah. Seharusnya umat Muslimlah yang lebih dulu mengetahui kelebihan sistem syariah ini” ungkapnya. Tampil sebagai pembicara dalam seminar ini adalah DR. Abdul Halim Abdul Hamid (pakar ekonomi syariah dari Malaysia), DR. A. Riawan Amin (ketua umum asosiasi bank syariah Indonesia/ Asbisindo), Ir. Muhaimin Iqbal (owner gerai dinar), dan KH. Yakhsyallah Mansur, MA (pimpinan pesantren Al-Fatah, Bogor). Dengan keynote speaker Menteri Koperasi dan usaha kecil menengah DR. Syarief Hasan, MM. MBA. Para panelis sepakat bahwa sistem ekonomi syariah dapat dijadikan sistem ekonomi Indonesia dimana ternyata sistem ekonomi yang sekarang berkembang malah membuat warganya sengsara. Sistem syariah dapat dijadikan sebagai model dan acuan untuk mengangkat derajat dan martabat manusia, khususnya masyarakat Muslim terutama di Indonesia. Menurut Triyanto, S.Si, ketua panitia seminar, dengan adanya seminar ekonomi syariah ini diharapkan dapat menyatukan pandangan, arah, dan tujuan guna mengambil langkah-langkah strategis pengamalan ekonomi syariah untuk kesejahteraan dan kemakmuran umat manusia, khususnya kaum muslimin. (ffh/alhikmahonline) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




