| PANTAT LOW BED |
|
|
| Friday, 23 July 2010 | |
|
"Pa…, seperti orang lagi kelebihan duit aja... Ngapain bagi-bagi duit sampai segitu banyak..?!" tanya Ima kepada Zainal suaminya. "Sudahlah Ma, pokoknya aku mau berbagi rejeki kepada keluarga di kampung kita ini, insya Allah pasti dibalas berlipat-lipat oleh-Nya" jelas Zainal kepada Ima. Tahun itu Zainal sedang pulang mudik Idul Fitri ke kampungnya di Maninjau, Bukit Tinggi. Sebagaimana urang awak di perantauan, mereka yang sukses di perantuan, akan kembali dengan membawa sedikit rejeki demi berbagi untuk handai taulan di kampung. Itu juga yang dilakukan Zainal setiap tahun. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2004, Zainal membawa uang untuk disedekahkan dengan nilai hampir Rp 40 juta. Padahal di tahun sebelumnya, kisaran sedekah yang ia berikan antara 5-10 juta saja. Usai cuti lebaran Zainal kembali masuk kerja. Para karyawan menyambutnya seraya bersalaman mengucap selamat Idul Fitri. Suasana halal bi halal terasa kental di lingkungan kantor Zainal. Kini ia sudah masuk ke dalam ruangannya. Ia berdiri di antara kursi dan mejanya. Namun sebelum ia duduk, HP yang ia bawa terdengar berbunyi. "Nyari barang apa, pak Joko?!" tanya Zainal. "Bapak tahu pantat low-bed kan?! *) Perusahaan saya mencari yang sekenbekas). Kira-kira haji Zainal bisa bantuin nyari gak ya....?" tanya Joko. ( Terus terang Zainal belum pernah punya pengalaman mencari barang seperti ini. Selama ini bisnis Zainal hanya berkutat seputar dunia forwarding (pengiriman barang). Namun anehnya Zainal mengiyakan tawaran itu. "Kalau haji Zainal bisa bantu cariin, saya mohon dalam 3 hari ini ya...!" Pembicaraan pun terputus setelah tengat waktu 3 hari yang disepakati mereka berdua. Usai telepon ditutup, maka kini Zainal berpikir keras hendak mencari kemana barang yang dimaksud? Hati Zainal cemas penuh harap. Teringat peristiwa hampir 3 tahun sebelumnya bahwa ia pernah melihat sebuah ‘pantat low-bed’ ditaruh di pinggir jalan Padalarang dengan sebuah papan bertuliskan “DIJUAL”. Padahal saat itu kondisi jalan gelap karena malam dan hujan pun mengguyur sepanjang perjalanan. Saat itu Zainal melihat barang itu tanpa sedikit pun perhatian. Namun kini, ia berharap kepada Allah, semoga ‘pantat low-bed’ itu masih teronggok di sana. Allah mengabulkan doa Zainal. Setibanya di sana, ia dapati ‘pantat low-bed’ berwarna kuning itu sudah banyak berkarat. Segera saja ia mengontak pemiliknya. Dan rupanya pemiliknya mau menjual murah barang tersebut. Maka disepakatilah antara Zainal dan pemilik low-bed itu nilai Rp. 50 juta. Hati Zainal agak sedikit khawatir sebab biasanya orang asing agak rewel kalau membeli barang. Apalagi ‘pantat low-bed’ ini sudah berkarat di sana-sini. Namun jauh di luar dugaan Zainal, rupanya Phillip merasa puas dan ia merekomendasikan agar barang tersebut langsung dibeli. Maka usai melihat barang tersebut. Masing-masing mereka pulang dengan kendaraannya.
"Kalau boleh nawar bisa gak Rp10 juta…?!" tanya Joko. Mendengarnya Zainal kaget dan langsung membalas, "Yang benar saja, pak Joko. Masa harga Rp 175 juta ditawar cuma 10 juta?!" "Eh... maksud saya bukan nawar barang itu menjadi 10 juta, tapi saya bermaksud bisa gak barang tersebut saya tawar harganya menjadi berkurang 10 juta dari angka yang ditawarkan. Jadi harganya 165 juta, bisa gak pak haji?!" Subhanallah...., Zainal seolah tidak percaya dengan tanggapan dan penjelasan Joko. Ia pun langsung bersemangat dan mengatakan, "Gak ada masalah, silakan saja ambil barang itu dengan harga yang pak Joko bilang!" Istrinya memperhatikan gelagat aneh ini. Kemudian Ima sang istri bertanya kepada Zainal apa yang terjadi. Zainal menukas, "Nih lihat dalam buku tabungan ada uang masuk gak?" Begitu melihatnya, Ima langsung berujar, "Alhamdulillah, rejeki dari mana nih, Pa?" Zainal langsung berkomentar, "Ini adalah balasan dari Allah saat kita berbagi rejeki kepada kerabat di kampung kemarin. Kamu lihat sendiri kan berapa besar Allah langsung membayarnya?!" *) Kata yang betul adalah Low Bed Trailer, yaitu sebuah jenis truk yang didesain agak rendah bagian belakangnya.Memiliki jumlah roda yang banyak untuk mengangkut alat-alat berat. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




