| Gawat, 70 Persen Warga Jabar Rabun Baca Alquran |
|
|
| Friday, 06 August 2010 | |
|
“Ini semua disebabkan sistem pendidikan yang selama ini kita anut kurang ramah terhadap Alquran dan pendidikan Islam. Pendidikan kita banyak meniru cara-cara barat yang tentu saja tidak semua sesuai dengan kultur keagamaan dan pendidikan di Indonesia khususnya Jabar,” kata KH. Drs. Muchtar Adam, Pimpinan ponpes Babussalam, Ciburial, dalam ceramah singkatnya di masjid Alfurqon UPI Bandung (6/8/2010). Lebih lanjut, KH. Muchtar Adam mengatakan bahwa tujuh puluh persen warga jabar yang rabun baca Alquran ini terlantar dan tidak mendapat asupan gizi ruhani yang baik dalam kehidupannya. “Hal ini menyebabkan kehidupannya sangat jauh dari nila-nilai islami. Tindak dosa mereka lakukan tanpa sedikit pun merasa bersalah. Permasalahan korupsi ataupun kekerasan yang selama ini muncul di masyarakat merupakan bagian dari jauhnya masyarakat terhadap Alquran,” tambah KH. Muchtar. KH. Muchtar berpandangan, bahwa harus ada upaya sistematis untuk mengatasi permasalahan jauhnya masyarakat Jabar dari nilai-nilai Qurani. Baik itu secara formal, melalui pendidikan sekolah atau pesantren, maupun informal seperti penyuluhan dan pelatihan pada masyarakat. “Setiap orang harus menjadi agen perubahan. Kita dapat menyiarkan Alquran melalui beragam cara. Apalagi dengan dukungan teknologi seperti saat ini. Seperti kata nabi, sampaikanlah walau satu ayat. Sedikit demi sedikit coba akrabkan diri kita dengan Alquran. Ia harus menjadi teman dikala suka maupun duka. Bacalah!” ujar KH. Muchtar. (ffh/foto;reuters/alhikmahonline) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





