| Waspadalah, Beredar Bakso Daging Babi! |
|
|
| Thursday, 03 November 2011 | |
|
Namun, ia akui, akan sukar bagi konsumen membedakan bakso sapi dan bakso babi secara kasat mata. Hanya saja ketika di laboratorium maka perbedaan dua daging itu bisa ditemukan. Yang mungkin bisa dilakukan konsumen adalah mencermati bau bakso. Irianto mengatakan, setelah daging bakso tersebut direbus di dalam dandang, maka aroma amis khas dari daging babi ini akan tercium. Karena daging babi ini menimbulkan bau yang amis dibandingkan daging sapi. Dinas Kesehatan Bengkulu mengambil sembilan sample pedagang bakso yang ada di kota Argamakmur, di Kabupaten Bengkulu Utara. Ternyata dari sembilan sample yang diambil tersebut, satu pedagang bakso dagingnya mengandung babi. Para pedagang ini akan dibina untuk tidak mengulangi perbuatannya menggunakan daging babi untuk bakso. Ia berharap, dengan adanya hasil pemeriksaan ini, bukan bermaksud untuk meresahkan masyarakat maupun merugikan pedagang bakso. Tetapi dalam hal ini pemerintah melaksanakan fungsi pengawasannya terhadap daging yang di konsumsi masyarakat. "Kita memang tidak mau menyebutkan namanya, karena akan mematikan usaha pedagang tersebut. Tetapi supaya masyarakat tahu bahwa, ada oknum pedagang yang nakal menggunakan daging yang tidak halal. Alangkah baiknya pedagang bakso ini jujur dengan membuat merek bakso daging babi, supaya jelas sehingga masyarakat muslim tidak terjebak mengkonsumsinya," katanya. (antara/republika/alhikmahonline/pic:google) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




ALHIKMAHONLINE.COM --Dinas Kesehatan Bengkulu menemukan sejumlah pedagang yang menjual bakso daging babi ke konsumen. Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Irianto Abdullah mengatakan timnya menemukan sejumlah ciri-ciri bakso daging babi tersebut.
