Advertisement
 
 
Sikapi Musibah dengan Introspeksi! Cetak E-mail
Monday, 01 January 2007

Berbagai musibah yang melanda bangsa Indonesia harus disikapi dengan keimanan dan ketakwaan. Dai muda asal Bandung, Ustad Darlis Fajar, S.Sos, memandang musibah yang terjadi sebagai bahan introspeksi. Artinya, dalam konteks keimanan, umat Islam harus bisa melihat apa yang telah dikerjakan selama ini sehingga hal itu terjadi.

"Introspeksi jelas sebuah harga mati yang harus dilakukan agar kita tahu betul perbuatan apa yang telah dilakukan sehingga mengundang bencana demi bencana. Baik pejabat atau rakyat harus melakukannya,” katanya kepada Alhikmah. “Juga perlu dingat, jangan sampai pula kita melakukan sesuatu dalam hal ini yang justeru mengundang murka Allah kembali," imbuh ustadz yang juga menjadi anggota DPRD Kota Bandung.

Hal senada dikemukakan Ketua Mufti Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia, Ustad Aan Zuhana. Ia  mengatakan, semua musibah yang terjadi bukan tanpa sebab. Bisa jadi hal ini merupakan teguran dari Allah kepada umat Islam agar kembali ke jalan-Nya. “Jika musibah menimpa maka yang perlu dilakukan pertama kali adalah menerimanya dengan mengucap Innalillahi wa inailaihi roji'un. Selanjutnya lakukan prenungan untuk melihat kesalahan yang selama ini telah dilakukan. Jangan egois, karena manusia itu lemah di hadapan Allah,” paparnya.

Musibah yang terjadi, masih kata Ust. Aan, harus diakui sebagai ujian dari Allah. Bisa jadi ini teguran agar kita selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. “Selain itu, jangan bertindak berlebihan apalagi menggunakan jalur kemusyrikan untuk menyelesaikan semua ini," ujarnya.

Sedangkan Ketua Forum DKM Kota Bandung, Ustadz Hilman Firdaus, mengungkapkan, secara alamiah musibah itu mungkin gejala alam, tetapi jika ditinjau dari segi keimanan, bisa jadi apa yang terjadi itu adalah karena ulah kita sendiri. Untuk menghindarinya, lelaki yang berprofesi sebagai guru ini memberi langkah-langkah yang semestinya dilakukan.

Pertama, apa yang dilakukan sebelum bencana. Kedua, saat penanganan bencana. Ketiga, pasca penanganan bencana. Menurutnya, di dalam menangani bencana umat Islam jangan terjebak oleh sesuatu yang menjurus ke arah kemusyrikan. "Yang normal saja sulit, apalagi yang tidak normal. Ini cukup membahayakan akidah umat. Janganlah kita justeru menambah persoalan saat persoalan yang satu belum ditangani. Jangan melakukan pekerjaan yang tak ada artinya," katanya.

Sebaliknya, menurut Ustadz Aan, kalau ada fenomena kemusyrikan dalam penanganan bencana, itu tak jauh dengan apa yang pernah diutarakan Lukmanul Hakim, bahwa manusia itu seperti berada di tengah samudera yang berusaha menyelematkan diri dari ketrtenggelamnya. Tetapi, katanya, semua harus kembali kepada aturan yang telah ditetapkan oleh Allah.

Ust. Darlis Fajar mengatakan, bencana itu datang dari Allah. Kalau justeru mencampur dengan kemusyrikan, sama artinya dong mengundang azab baru. "Bukankah kita sudah capek menerima berbagai musibah ini?” tanyanya retoris seraya menambahkan, “Makanya taqarub saja kepada Allah."

Ketiga Ustad yang diwawancarai Alhikmah secara terpisah ini sepakat dan mengajak umat Islam untuk lebih meningkatkan keimanan dengan banyak mendekatkan diri kepada Allah melalui beristighfar, dzikir, serta melakukan segala ibadah, bukan justru sebaliknya malah menentang-Nya.

Dikemukakan, bencana yang ditimpakan kepada kaum terdahulu banyak disebabkan karena mereka terlalu berani menentang hukum-hukum Allah. Tentu saja, bila musibah datang, maka kembalikan saja kepada Allah. Anggaplah semua adalah ujian untuk meningkatkan keimanan kita. Bukankah Muslim yang beriman akan uji oleh Allah dengan segala cobaan sebagai bukti rasa cinta-Nya kepada kita? (Deden Muhamad).*

Comments (2) >>
...
written by anhar, November 07, 2010

" Ya Allah Selamatkankah kami dari kaum yang kafir"- Surah Al-Baqarah

...
written by anhar, November 07, 2010

" Ya Allah Selamatkankah kami dari kaum yang kafir"- Surah Al-Baqarah

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru