| ‘Puasa Harus dengan Ilmu’ |
|
|
| Tuesday, 05 August 2008 | |
|
BANDUNG -- Ramadhan merupakan ”rajanya bulan” (Sayyidusy- Syuhur). Menurut Ustadz Fuad, karena pada bulan suci ini mukmin (orang beriman) akan berlomba-lomba untuk mendapatkan derajat muttaqien (orang yang bertaqwa). Allah Swt mengkhususkan perintah shaum hanya kepada orang yang beriman agar mereka bertakwa. ”Itu artinya, Allah memerintahkan shaum agar orang yang beriman senantiasa berlomba pada bulan Ramadhan untuk mendapatkan derajat takwa,” jelasnya ketika mengisi taushiyah umum di Masjid Daarut Tauhid, Sabtu (9/8). Tentang arti takwa, Fuad mengutip pendapat Ali bin Abi Thalib. Pertama, takwa berarti takut kepada Allah. Di mana pun, kapan pun, orang bertakwa senantiasa merasa diperhatikan dan diawasi oleh Allah sehingga akan tercermin dalam akhlaknya yang hati-hati ketika melakukan sesuatu. Kedua, mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Quran. Mengutip pendapat Sayyid Qutub, ada lima kewajiban kita terhadap Al-Quran, yakni membaca, memahami, tadabur, mengamalkan, dan mendakwahkan. Ketiga, orang yang bertakwa senantiasa ridha dengan yang sedikit. Selalu merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan dengan mensyukuri segala nikmat yang Allah telah berikan. Keempat, senantiasa mempersiapkan diri untuk akhirat. Tiga perkara yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat nanti adalah keluarga, harta, dan amal. Fuad menjelaskan, orang bertakwa senantiasa menunaikan shaum pada bulan Ramadhan disertai ilmu. Rasulullah Saw bersabda, “Tidak sedikit orang yang berpuasa di bulan Ramadhan tapi tidak mendapatkan pahala melainkan haus dan lapar saja karena tidak berdasarkan ilmu”. (Laena Zakiyah).* |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




