Advertisement
 
 
'Satu Juta Sarjana Menganggur' Cetak E-mail
Tuesday, 05 August 2008

BANDUNG -- Ketua Presidium ICMI Pusat Dr. Hj. Marwah Daud Ibrahim menegaskan, sebanyak satu juta lulusan perguruan tinggi (PT) di Indonesia yang bergelar sarjana menganggur. Sedangkan keseluruhan jumlah penganggur di Indonesia sebanyak 5,5 juta orang.

"Data yang dilansir pada awal 2008 itu menunjukkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Selain itu, data itu juga menunjukkan bahwa menempuh pendidikan di PT hanya menjadi salah satu jalur yang dilalui untuk menempuh tantangan di arena hidup yang sesungguhnya. Cepat atau tidaknya lulusan PT bekerja, bergantung kepada kreativitas dan keinovatifan dalam menggali potensi yang dimiliki," kata Marwah saat berbicara di hadapan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Selasa (19/8).

Kegiatan itu merupakan salah satu materi acara yang digelar pada "Ta'aruf Mahasiswa Baru UIN SGD Bandung, Tahun Akademik 2008/2009".

Marwah mengatakan, Indonesia masih menjadi negara yang mengimpor bahan-bahan pangan. Beberapa jenis bahan makanan, seperti beras, kedelai, jagung, singkong hingga garam, masih diimpor oleh negara yang berslogan Negeri Gemah Ripah Lohjinawi ini. "Salah satu bahan pangan yang diimpor dari luar negeri yaitu gandum. Impor bahan untuk pembuatan roti itu berasal dari beberapa negara di Benua Amerika dan Eropa. Sedikitnya 4,5 juta ton gandum setiap tahun didatangkan ke Indonesia," katanya.

Disebutkannya, kenyataan lain yang juga membuat bangsa Indonesia prihatin, yaitu masih rendahnya pendapatan per kapita manusia Indonesia. Rata-rata pendapatan per kapita setiap penduduk Indonesia hanya sebesar 1.000 dolar Amerika Serikat/AS (Rp 1 juta) per tahun.  "Angka sebesar itu sangat jauh dibandingkan negara-negara lain yang sudah mencapai predikat negara maju. Untuk negara Jepang misalnya, rata-rata pendapatan per kapita penduduknya mencapai angka 37.000 dolar AS (37 juta) per tahun," ujarnya.

Marwah mengungkapkan, data lain yang akan membuat semakin prihatin rakyat yaitu membumbungnya utang luar negeri Indonesia. Pada tahun ini, utang luar negeri Indonesia sebesar Rp 1.500 trilliun. "Angka itu menunjukkan bahwa setiap orang Indonesia memiliki beban utang sangat besar. Dari 200 juta penduduk Indonesia, setiap warga Indonesia menanggung utang sebesar Rp 7 juta," tuturnya.

Menurut Marwah, untuk menghadapi berbagai permasalahan yang membebani Indonesia, manusia Indonesia harus meningkatkan kemampuan dalam memenej diri. "Kalangan muda yang akan berkiprah empat hingga lima tahun yang akan datang dituntut melakukan visi kehidupan yang jelas. Tidak pada tempatnya jika kita menggantungkan hidup kepada orang lain," katanya. (DAS).*

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru