Advertisement
 
 
Majelis Taklim Al Muhajirin, BERHIJRAH, MENGABDI, DAN BERJUANG UNTUK ISLAM Cetak E-mail
Monday, 11 May 2009
Image
m.yasin/Alhikmah
Jarum jam menunjukkan pukul 06.30 WIB. Sejumlah wanita yang mengenakan busana muslim lengkap berwarna putih mulai mendatangi Masjid Muchtil Yunus PT.Inti Bandung. Mereka adalah jamaah pengajian Majelis Taklim (MT) Al-Muhajirin, PT Ceres Bandung, yang secara khusus tergabung dalamkepanitiaan bakti sosial (baksos), berupa khitanan massal.

Sejumlah pengurus taklim lainnya penuh hangat menyambut setiap jamaah yang datang, baik orang tua beserta anaknya yang akan dikhitan, pun jamaah yang pagi itu akan mendengarkan siraman rohani dari da’i kondang Jawa Barat, Ustadz Tengku Maulana.

Baksos itu sendiri hanya bagian kecil dari agenda tahunan yang rutin dilaksanakan oleh MT Al Muhajirin PT Ceres ini. Ustadz Sopiyana Hudri, ketua DKM Al Muhajirin PT Ceres mengatakan, ”Para Ibu-ibu, mereka total ingin berhijrah, mengabdi, dan berjuang, untuk agama Islam dengan kemampuan yang mereka miliki.”

Selain itu, tambah ustadz Sopiyana, dari kegiatan ini adalah untuk memakmurkan masjid Allah SWT. ”Dalam Alquran surat At-Taubah ayat 18 Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” papar Ustadz yang juga menggawangi kegiatan ke-islaman di PT Ceres ini.

Senada dengan ustadz Sopiyana, koordinator sekaligus penggagas MT Al Muhajirin, Hj. Ani Setiani, mengatakan bahwa MT ini berdiri atas ide/ konsepsi perjalanan para pekerja di PT Ceres. ''Jamaah itu semuanya adalah karyawan PT Ceres,'' ucap penggagas MT ini kepada Alhikmah, di sela kegiatan Baksos Khitanan Massal beberapa waktu lalu.

Ia mencoba mengajak semua karyawan saat jam istirahat, untuk mengkaji hal yang bermanfaat. ''Hasilnya, sering kali jamaah itu kalau sudah mengkaji ilmu ke-islaman, tidak selesai sampai disitu. Mereka masih meneruskan kajian tersebut bersama-sama memanfaatkan kesempatan yang ada,” ungkapnya.

MT Al Muhajirin sendiri, sambung Hj. Ani, sebenarnya berawal dari sebuah pengajian keluarga di Musala kecil PT Ceres. Sebagai penggagas saat itu, ia beserta jamaah perintis lainnya merasakan keprihatinan terhadap minimnya kegiatan keagamaan di lingkungan karyawan PT. Ceres, Bandung. Maka, salah satu solusinya adalah dengan menggalakkan kegiatan keagamaan. Mereka lalu sepakat mendirikan Majelis Taklim pada bulan November 1985.

Respon positif mulai terlihat. Kian hari Jamaah Majelis Taklim ini pun semakin bertambah. Untuk memudahkan siapapun mengingat, MT ini kemudian diberi nama. Al-Muhajirin, begitu indahnya.  

Menurut wanita yang hingga kini masih aktif  bekerja sebagai kepala gudang di PT Ceres ini, Al Muhajirin artinya Hijrah. ''Jadi, orang masuk Islam itu harus hijrah dalam kebaikan,'' ungkapnya.

Awal tahun 1986, ketika pengajian baru digelar, jamaahnya masih belasan orang. Sekarang, jumlah anggotanya ratusan, dan tersebar di setiap divisi di PT Ceres. Semua anggotanya berasal dari lingkungan, mulai pegawai ‘kecil’ hingga profesional di berbagai bidang. Kajiaan lebih difokuskan pada pembinaan Akidah. Alasannya sederhana, ''Agar akidah mereka kokoh, tidak gampang goyah,'' ujarnya. karyawan PT Ceres

Untuk hal tersebut, ia bersinergi menjalin kerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid Al Muhajirin. Semula, ia mengaku kurang 'pe-de' (percaya diri) mengelola MT ini, karena background pesantren hanya diperoleh sedikit saja. Namun, karena  banyak diantara pengurus masjid itu yang mendukung, dan membantunya, Hj. Ani pun menerima amanah tersebut. pendidikannya dari

Mulailah kegiatan pengajian harian setiap Senin- Kamis bertempat di Masjid Al Muhajirin. Para pengisi materinya pun ustadz-ustadz yang sudah dikenal khalayak luas, semisal: ustadz Dudi Muttaqien, ustadz Saeful Islam Mubarok, dan da’i kondang lainnya.

Jika Ramadhan tiba, MT ini selalu mengadakan salat tarawih berjamaah. Sedang pembinaan secara perorangan dilakukan bagi jamaah yang ingin mendalami Alquran. Bagi mereka disediakan kelas khusus lengkap dengan guru mengaji, plus pengajaran metode baca Alquran secara cepat.

MT ini juga menunjukkan empatinya kepada para jamaah. Bagi jamaah muda usia sekolah yang kurang mampu juga diupayakan pemberian beasiswa. Selain itu, MT Al Muhajirin juga mengelola dana zakat anggotanya. Dana itu digunakan untuk memberdayakan masyarakat di daerah sekitar, yang hidupnya secara ekonomi kurang beruntung.

Ia berharap para anggota Al Muhajirin terus menjadi 'calo' amal. ''Berbuat bukan karena riya' tapi betul-betul lillahi ta'ala untuk beramal saleh,'' ujarnya.

Menutup perbincangan, Hj. Ani berharap, semua elemen yang terlibat di Majelis ini senantiasa Istiqamah menjalankan aktivitas dakwah, hingga masa yang akan datang.

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru