Advertisement
 
 
Janji 'Perubahan' Obama Cetak E-mail
Thursday, 11 December 2008
Image
masramadhan.files.wordpress.com
PERPADUAN harapan dan keraguan menimpa bangsa Arab dan Iran sebagai reaksi atas terpilihnya seoang Afro-Amerika, Barack Obama, sebagai presiden Amerika Serikat. Negara-negara di kawasan Timur Tengah menunggu janji kampanye Obama untuk melakukan sebuah perubahan kebijakan. Namun banyak pengamat memperkirakan, tidak akan ada kebijakan baru dari Obama dalam masalah Timur Tengah, khususnya menyangkut dukungan kuatnya terhadap Israel.

“Timur Tengah punya banyak harapan,” kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Hossam Zaki. “Kami berharap (Obama) membantu upaya penciptaan perdamaian permanen”.

Jurnalis terkemuka Syria, Thabet Salem, mengatakan dunia Arab menyambut gembira kemenangan Obama. “Bukan karena dia menang, tapi lebih karena Presiden Bush dan kelompoknya, yang dinilai sebagai penumpah darah, dan kelompoknya, sudah tidak berkuasa lagi,” katanya sebagaimana dilansir situs aljazeera.com. Bahkan kalangan umat Islam melihat program “perang terhadap teror” (war on terror) yang dirancang Bush sebagai peperangan terhadap Islam.

Obama sekarang menghadapi tantangan untuk memperbaiki hubungan dengan dunia Arab dan Muslim.
Gholamali Haddadadel, seorang penasihat senior Ayatollah Ali Khamenei (sosok paling berpengaruh di Iran), mengatakan,  “Terpilihnya Obama menunjukkan kegagalan kebijakan Amerika di seluruh dunia.  Amerika harus mengubah kebijakan mereka untuk menyelematkan diri mereka dari bahaya yang dibuat Presiden Bush. "

Staf Khamenei lainnya. Ali Aghamohammadi, menyatakan, "Kami tidak sepenuhnya optimis, namun Obama memiliki kapasitas untuk meningkatkan hubungan."

Dari Mesir, pemimpin Ikhwanul Muslimin, Mohamed Mahdi Akef, berharap Obama membawa Amerika menghormati kemanusiaan dan demokrasi.

Warga Irak paling gembira dengan terpilihnya Obama karena Obama berjanji akan menarik pasukannya di negeri mereka. "Saya sebagai warga Irak meminta Obama agar ia memenuhi janjinya tentang penarikan pasukan ...  kami tidak butuh tentara pendudukan di sini,” kata wartawan Irak, Baqi Naqid.

Seorang warga Gaza, Palestina, Mohammed Faid (72 thn), menginginkan Obama memperlakukan Palestina secara fair.  “Kami tidak tahu apakah Obama akan meneruskan kebijakan pendahulunya dan tunduk kepada lobi Yahudi."

Banyak komentator mengingatkan pengaruh lobi Yahudi di Washinton yang mungkin membatasi kebebasan Obama dalam membuat kebijakan di Timur Tengah. Terlebih para politisi Israel sendiri yakin, Obama akan meneruskan kebihakan Bush soal Israel.  “Kami tidak ragu bahwa 'hubungan khusus' antara Israel dan Amerika Serikat akan terus dan terus diperkuat selama pemerintahan Obama," kata Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert. (mel/aljz)

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru