| Fakta Penggalian tanah dibawah Masjid Al-Aqsa |
|
|
| Monday, 25 May 2009 | |
![]() iol Sheikh Raed Salah telah lama meneliti penggalian oleh Israel tersebut kurang lebih selama 25 tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa Israel tidak mempedulikan protes-protes Negara Arab dan Negara Muslim lainnya atas penggaliannya yang mengancam kehancuran Masjid Al Aqsa. Beberapa tahun terakhir ini Pemerintah Israel bekerjasama dengan tim pengembang yang solid dalam rangka penggalian terowongan yang luas di wilayah kota lama Palestina. Israel mengungkapkan bahwa penggalian terowongan itu dibuat untuk “proyek turis” yang tidak mengancam bagi kehancuran Masjid AlAqsa. Akan tetapi, Rakyat Palestina dan beberapa Organisasi Israel, termasuk Komite Israel Penentang Pengahancuran Pemukiman (Israeli Committee Against House Demolition), percaya bahwa tujuan utama proyek penggalian tersebut adalah untuk membuat akses bawah tanah yang meluluh lantakan masjid Al Aqsa dan beberapa tempat Islam lainnya. Tahun lalu, seorang pengacara Israel yang mewakili grup-anti-pemukiman, Ir Amin, mengungkapkan jika pengembang yang didanai pemerintah mencoba membentuk "fakta-fakta tak dapat diubah" sebagai bagian dari skema pengambilalihan," “Saya tidak ragu bahwa Masjid Al Aqsa sudah sangat rentan akibat penggalian terowongan ini” Ujar Sheikh Raed Salah "Anda tidak harus menjadi arsitek yang besar untuk melihat fakta ini. Kami telah melihat lubang dan keretakan di seluruh wilayah." Lanjutnya. Bukti dari dampak penggalian tersebut telah terlihat dari hancurnya halaman Masjid Al Aqsa yang menimbulan lubang-lubang dekat air mancur Qaitbay di bagian barat Masjid. Lubang sedalam satu meter tersebut dikhawatirkan bisa melebar dan menjadi pertanda buruk. Belum lagi sebuah sekolah di lingkungan Silwan tanahnya melesak ke bawah akibat penggalian Israel tersebut. (yasin/Iol) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






