| LPM - Dompet Dhuafa Bandung Pindah Layanan |
|
|
| Friday, 12 June 2009 | |
|
Hal ini merupakan bagian dari proses pelembagaan program Layanan Mustahik DD-Bandung, sekaligus peresmian perubahan nama program menjadi Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) – DD Bandung, yang sedianya dilaksanakan sehari sebelumnya, Minggu (14/6). Kepada Alhikmahonline.com, Menejer Program DD Bandung, Hendi Suhendi, mengatakan bahwa proses kepindahan ini tidak akan dilakukan sekaligus. Pihaknya akan memberikan waktu dua bulan sebagai masa transisi. “Jadi selama dua bulan ke depan LPM akan dibuka di sini (Jl. Pasirkaliki 143. Red) dan di Jl. Batik Halus 25,” terangnya. Hendi mengakui, dengan kepindahan ini LPM Dompet Dhuafa Bandung akan menjadi lembaga tersendiri seperti halnya Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC)- DD Bandung. Walaupun demikian, kedua lembaga ini masih sepenuhnya berada dalam koordinasi Dompet Dhuafa Bandung. Dengan otoritas yang dimiliki LPM setelah menjadi lembaga, diharapkan dapat mendongkrak kinerja LPM sehingga menjadi lebih optimal. “Harapan kami, dari 30 orang layanan mustahik (penerima manfaat_red) sehari, mudah-mudahan bisa meningkat mencapai angka 50 sampai dengan 100 sehari,” ungkap Hendi. Selain itu, masih menurut Hendi, SDM yang ada diharapkan akan semakin terpacu untuk lebih kreatif membuat program-program turunan yang lebih berdaya guna. Saat ditanya ihwal pemilihan gedung Ad Da’wah, Hendi menjawab, “kami pikir gedung Ad Da’wah tempatnya cukup representative untuk melakukan pelayanan!” Pendapat Masyarakat Tentunya, kepindahan LPM ini memunculkan statemen dari masyarakat khususnya para mustahik. “Kalau harus pindah, mengapa tidak,” kata Lilis Sumarni (25), salah seorang mustahik, saat ditemui alhikmahonline.com di ruang tunggu LPM-DD Bandung, Jl.Pasir Kaliki, 143 Bandung. Lilis mengaku, kali pertama mengenal Dompet Dhuafa Bandung dari temannya. Sudah 2,5 tahun berjalan, ia harus rutin cuci darah akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya. “Kalau uang pribadi saya tidak tahu dapat dari mana. Seminggu sekali saya harus beli obat dengan harga Rp 250.000,” ucapnya lirih. Meski dirinya akan sedikit kesulitan beradaptasi dengan lokasi LPM-DD Bandung, Ibu satu anak ini mengaku akan selalu mendukung program-program Dompet Dhuafa Bandung, khususnya dengan doa. Harapan Lilis, Dompet Dhuafa Bandung bisa lebih optimal dalam melayani masyarakat, baik dalam penghimpunan dana serta penyebarannya kepada orang yang tepat. Senada dengan Lilis, Iwan Hermawan akan mendukung penuh kegiatan Dompet Dhuafa Bandung. Ayah satu anak ini berharap, dalam proses kepindahannya, LPM diberikan kelancaran. “Semoga Dompet Dhuafa terus maju dan sukses,” tutur Iwan dengan mata berkaca. LPM sendiri merupakan program pelayanan masyarakat (dhuafa) DD Bandung dalam bidang pendanaan karitas, konsultasi, dan advokasi seputar permasalahan kehidupan. Bantuan yang diberikan mencakup masalah kesehatan, berupa pengantar pemeriksaan klinik dan obat, pengantar tebus resep, pengantar pemeriksaan lab, dan bantuan alat kesehatan. Di ranah Pendidikan, berupa bantuan SPP yang dibayarkan langsung ke pihak sekolah. Untuk transportasi, bantuan LPM berupa pemberian surat jalan bagi para musafir sebagai pengganti tiket. Bantuan Ekonomi, berupa pinjaman modal tanpa bunga. Dan Santunan hidup, berupa bantuan sandang-pangan. Seluruh pengajuan bantuan yang ditujukan kepada LPM – DD Bandung, melewati proses verifikasi untuk menjaga keamanahan penyaluran dana zakat. (Lingga/Alhikmahonline.com) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




ALHIKMAHONLINE.COM--Kantor Dompet Dhuafa Bandung (DD Bandung), jejaring Dompet Dhuafa Republika wilayah Jawa Barat, masih di Jl. Pasirkaliki 143, Bandung. Yang pindah hanya program Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM)-nya saja ke Gedung Ad-Da’wah Jl. Batik Halus No. 25, Bandung, mulai Senin, 15 Juni 2009.
