| Muslim Skotlandia Rindukan Khutbah Jumat Berbahasa Inggris |
|
|
| Thursday, 25 June 2009 | |
|
Sayangnya, hal tersebut justru menjadi perdebatan, karena di satu pihak ada yang memahami pergantian Bahasa Arab dalam khutbah Jumat dengan bahasa Inggris merupakan pelanggaran dalam ajaran Islam. “Penyampaian khutbah dalam bahasa Inggris lebih dipahami oleh generasi muda” kata Mona Siddiqui, Profesor Studi Islam dan pemikiran massa di Universitas Glasgow kepada Sunday Herald, Minggu (14/6). Situasi pro kontra penggunaan bahasa Ingrris dalam penyampian khutbah jumat sampai menggerakkan sebuah lembaga Islam Skotlandia, The Scottish Islamic Foundation (SIF) untuk terjun melakukan survai. Caranya dengan meminta masyarakat Muslim untuk memilih apakah lebih senang penyampaian khutbah dengan bahasa Arab, ataukah dengan bahasa setempat sebagai bentuk dari kebutuhan generasi muda yang terus modernis. Hasilnya lebih dari ¾ dari hasil jajak pendapat lebih memilih menggunakan bahasa Inggris. Siddiqui menegaskan upaya perubahan bahasa Arab ke bahasa Inggris tidak harus frontal, tetapi bisa dilakukan secara perlahan-lahan. “ini adalah cara yang praktis” Menurut Media Herald, dari 50.000 penduduk umat Islam di Skotlandia setengahnya berusia dibawah 25 tahun. Dan hanya sedikit diantara mereka yang memahami bahasa Arab. Umat Islam di Skotlandia merupakan kelompok agama terbesar kedua di Skotlandia dengan tiga puluh Masjid 12 diantaranya di Goslow. Pihak yang menolak Namun tidak semua umat Islam di Skotlandia mendukung penerapan bahasa Inggris di dalam khutbah jumat. Salah satunya adalah Muhammad Mustaqeem Shah Imam Masjid Al Furqan di Glasgow. "Ada prinsip-prinsip dalam Islam yang tidak berubah," ungkap Muhammad Mustaqeem Shah kepada media. Muhammad Mustaqeem Shah meyakini pergantian bahasa Arab dengan Bahasa Inggris di dalam khutbah jumat merupakan perbuatan dosa. Ia beralaskan bahwa banyak ulama yang telah menyimpulkan bahwa khutbah jumat harus dengan bahasa Arab. Karena Allah menyampaikan wahyu dengan bahasa Arab bukan dengan bahasa Inggris, ditambah di dalam khutbah jumat banyak dibacakan ayat-ayat suci alquran. Untuk menjembatani hal itu Syah menyarankan Khutbah jumat diperbolehkan menggunakan bahasa Ingrris akan tetapi bahasa Arab tetap di pertahankan dalam penggunaan tertentu yang mengharuskan bahasa itu diucapkan. (Iol/Yasin/Alhikmahonline)
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




ALHIKMAHONLINE.COM -- Mayoritas umat Islam di Skotlandia lebih menyukai khutbah jumat yang disampaikan dengan bahasa Inggris ketimbang bahasa Arab. Hal tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat muslim supaya ajaran Islam lebih mudah dipahami.
