Advertisement
 
 
Anak Membangkang Cetak E-mail
Friday, 10 July 2009

Assalaamualaikum wr. wb.
Teh Sasa, saya punya anak usia 2 tahun,  dia itu kalau bermain dengan anak seumurnya suka memukul, jadi saya memilih mengurung anak saya di rumah, karena nggak enak sama ibu dari teman anak saya tersebut.  Apa saya salah?

Assalaamualaikum wr. wb.,

Ibu yang dirahmati Allah,
Pertama-tama saya melihat alangkah bersyukurnya Ibu ( dan bapak) dikaruniai keturunan oleh Allah SWT, yang kini Alhamdulillah usianya 2 tahun. Memang ketahuilah bahwa di usia ini,  semua anak umumnya sama, ia lincah dan aktif bergerak, senang  bertanya,  senang bermain, senang punya teman sebaya, ia sangat suka dan mudah meniru tingkah sekelilingnya, suka coba-coba (eksplorasi).

Namun  ia belum tahu mana yang membahayakan dirinya atau membahayakan orang lain. Maka, sebaiknya orang tua mendampingi dengan perhatian dan sabar. Menyeleksi apa yang pantas untuk dibacakan, ditonton, kemungkinan ia menendang temannya karena ia pernah melihat adegan itu sebelumnya, lalu ia meniru apa yang dilihatnya.

Ketahuilah, bahwa apa yang dilakukan orang tua pada anak dari sejak pembuahan sampai anak  lahir semuanya merupakan rangkaian sebuah proses pembentukan karakter anak, sampai masa depannya. Secara sadar dan tidak sadar, Ibu (dan bapak) sedang memberikan landasan perkembangan pembiasaan agama, pembiasaan kebiasaan sehari-harinya. Kelak, akan membekas tertanam dalam memorinya. Baik itu pengalaman yang menyenangkan, membuatnya sedih, takut, rendah diri dan kecewa.

Sering-seringlah rangkul, cium, memangku dan belai anak,  agar ia tahu bahwa ibu sayang padanya, bahkan katakan ibu minta maaf bila ibu telah meyakiti dia melakukan sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman, karena Ibu lepas kontrol, emosi pada dia. Ajak juga ia untuk membiasakan meminta maaf pada Ibu atau  pada temannya, bila ia salah.

Maka, sangat diharapkan orang tua mampu merangsang stimulasi secara optimal, secara proporsional, dari berbagai aspek, demi kepentingan anak. Diharapkan ia kelak tumbuh kembang dengan sehat baik pikiran, badan dan mentalnya. Ia diupayakan tumbuh tanpa tekanan, tanpa ancaman, tanpa kekerasan secara verbal ( lewat kata-kata) dan non verbal (lewat kekerasan fisik).   

Sedini mungkin membiasakan penanaman dasar-dasar keimanan, akhlak, fiqh ibadah agama, stimulasi intelektual, emosional dan fisik motorik, secara bertahap sesuai dengan usianya. Jangan sampai mengorbankan perkembangan anak, demi kepentingan kepraktisan orang tua.

Perlu perhatian sungguh-sungguh bagi para orang tua, Subhanallah Islam memberikan tuntunan pada orang tua dalam mendidik anak, antara lain secara garis besar, sebagai berikut:

1. Orang tua dan lingkungan membentuk karakter anak
Rasulullah Saw bersabda;  ”Tidak ada dari yang dilahirkan kecuali ia dilahirkan dalam keadaan suci (pada fitrahnya), maka orang tua nyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, dan Majusi, sebagaimana binatang melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, apakah engkau melihat cacat padanya?” (HR Muslim)

2. Sampaikan dengan penuh kasih sayang
“Sayangilah makhluk yang di bumi, pasti dzat yang di langit akan menyayangimu.” (HR Thabrani)
“Kalian tidaklah beriman sehingga kalian menyayangi.  Para sahabat menyahut:  “Wahai Rasulullah, kami ini semua penyayang!”  Rasulullah Saw menukas: 
“Kasih sayang yang sebenarnya bukan cuma terhadap saudara atau terhadap kawannya saja, tetapi terhadap manusia seluruhnya.”(HR Thabrani)

3. Anak sebagai amanah dan ujian

Allah SWT berfirman:  “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul dan (janganlah) kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedangkan kalian mengetahui. Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anak kalian hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar.”  (QS Al-Anfal: 26-27).

4. Anak sebagai investasi kebaikan

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang berkata Ya Tuhan kami anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Al-Furqan:74)

5. Jagalah diri dan keluarga, dari api neraka

Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar dan keras, yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan mereka selalu melaksanakan apa yang diperintahkan (Allah).”  (QS At-Tahrim:6)

Semoga, Ibu (dan bapak) dapat meningkatkan limpahan cinta dan belaian kasih sayangnya sesuai dengan  tuntunan keterangan Allah SWT, dan Rasul-Nya, di atas tadi. Menyesuaikan pula dengan tahapan usia anak, tahapan kebutuhan anak, tanpa memasung keinginan anak. Karena setiap anak butuh stimulasi bersosialisasi, stimulasi intelektual, stimulasi emosi, dan stimulasi fisik motoriknya.

Kuncinya, berikan waktu yang cukup untuk mendampingi dia, memberi penjelasan dan mengarahkan dengan sabar, mana yang boleh dan tidak boleh, tanpa tekanan, ancaman, atau pun kekerasan.
Wallahu A’lam bishawwab.

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >