| Anak Membangkang |
|
|
| Friday, 10 July 2009 | |
|
Assalaamualaikum wr. wb. Assalaamualaikum wr. wb., Ibu yang dirahmati Allah, Namun ia belum tahu mana yang membahayakan dirinya atau membahayakan orang lain. Maka, sebaiknya orang tua mendampingi dengan perhatian dan sabar. Menyeleksi apa yang pantas untuk dibacakan, ditonton, kemungkinan ia menendang temannya karena ia pernah melihat adegan itu sebelumnya, lalu ia meniru apa yang dilihatnya. Ketahuilah, bahwa apa yang dilakukan orang tua pada anak dari sejak pembuahan sampai anak lahir semuanya merupakan rangkaian sebuah proses pembentukan karakter anak, sampai masa depannya. Secara sadar dan tidak sadar, Ibu (dan bapak) sedang memberikan landasan perkembangan pembiasaan agama, pembiasaan kebiasaan sehari-harinya. Kelak, akan membekas tertanam dalam memorinya. Baik itu pengalaman yang menyenangkan, membuatnya sedih, takut, rendah diri dan kecewa. Sering-seringlah rangkul, cium, memangku dan belai anak, agar ia tahu bahwa ibu sayang padanya, bahkan katakan ibu minta maaf bila ibu telah meyakiti dia melakukan sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman, karena Ibu lepas kontrol, emosi pada dia. Ajak juga ia untuk membiasakan meminta maaf pada Ibu atau pada temannya, bila ia salah. Maka, sangat diharapkan orang tua mampu merangsang stimulasi secara optimal, secara proporsional, dari berbagai aspek, demi kepentingan anak. Diharapkan ia kelak tumbuh kembang dengan sehat baik pikiran, badan dan mentalnya. Ia diupayakan tumbuh tanpa tekanan, tanpa ancaman, tanpa kekerasan secara verbal ( lewat kata-kata) dan non verbal (lewat kekerasan fisik). Sedini mungkin membiasakan penanaman dasar-dasar keimanan, akhlak, fiqh ibadah agama, stimulasi intelektual, emosional dan fisik motorik, secara bertahap sesuai dengan usianya. Jangan sampai mengorbankan perkembangan anak, demi kepentingan kepraktisan orang tua. Perlu perhatian sungguh-sungguh bagi para orang tua, Subhanallah Islam memberikan tuntunan pada orang tua dalam mendidik anak, antara lain secara garis besar, sebagai berikut: Semoga, Ibu (dan bapak) dapat meningkatkan limpahan cinta dan belaian kasih sayangnya sesuai dengan tuntunan keterangan Allah SWT, dan Rasul-Nya, di atas tadi. Menyesuaikan pula dengan tahapan usia anak, tahapan kebutuhan anak, tanpa memasung keinginan anak. Karena setiap anak butuh stimulasi bersosialisasi, stimulasi intelektual, stimulasi emosi, dan stimulasi fisik motoriknya. Kuncinya, berikan waktu yang cukup untuk mendampingi dia, memberi penjelasan dan mengarahkan dengan sabar, mana yang boleh dan tidak boleh, tanpa tekanan, ancaman, atau pun kekerasan. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



