Advertisement
 
 
“Warung Aneh”, Contoh Unik Praktik Ekonomi Syariah Cetak E-mail
Monday, 27 July 2009

ImageALHIKMAHONLINE.COM-- “Warung Aneh”, begitulah Thoriq Gunara menamai warungnya. Tentu saja tidak secara gamblang dengan bahasa Indonesia, mungkin takut tidak ada yang beli. Thoriq menggunakan kata Ghuroba, bahasa arab yang berarti aneh untuk nama warung yang ia dirikan sejak 15 Februari 2009 lalu itu.

Kenapa “aneh”? Ternyata Alhikmahonline.com menemukan keunikan dari warung tersebut. Dalam proses jual beli, Warung Ghuroba berusaha memeraktikkan sistem ekonomi syariah yang selama ini sudah jauh dari umat Islam.

Warung Ghuroba menggunakan dinar, khamsa, dirham, dan fulus sebagai alat tukarnya. Selain itu, barang yang diperdagangkan mayoritas hasil produksi umat Islam yang notabene merupakan hasil industri kecil. Akadnya pun syar’i, begitu transparan dengan mencantumkan harga jual, harga dasar, dan jumlah keuntungan.

Menurut Thoriq, ia mendirikan Warung Ghuroba karena terinspirasi sistem ekonomi kapitalis yang lumrah diterapkan masyarakat, dan berdampak buruk pada tatanan kehidupan ekonomi serta sosial masyarakat.

Thoriq belajar dari pengalaman seorang teman yang bangkrut karena “dipermainkan” sistem pasar mainstream. “Dari sana saya berpikir bahwa kita harus bikin jalur pasar sendiri,” kenangnya.

Kemudian Thoriq pun menjalankan idenya dengan membuka sebuah toko. Karena menurutnya, sebagai pemilik toko ia dapat menyaring produk yang tidak syar’i. Dengan dibantu oleh seorang teman yang aktif di Lembaga Pengembangan Menejemen dan Ekonomi Syariah (LPES) Salman ITB, Iman Abdullah, Warung Ghuroba pun berdiri di kompleks masjid Salman ITB.

Selain dijalankannya praktik ekonomi syariah, Thoriq pun berharap “Warung Aneh” dapat berperan sebagai sarana pembelajaran sistem ekonomi yang dicontohkan oleh baginda Rasul saw. “Selain tempat jual beli, ini bisa membuka akses ilmu bagi umat. Sehingga pelanggan bisa masuk ke dalam sistem Islam,” papar Thoriq, sembaril tersenyum.

Menurut Thoriq, yang juga menjabat sebagai Direktur Sekolah Dagang Islam, ia bersama komunitas Nidhom Ukhuwah-komunitas yang concern terhadap penerapan ekonomi syariah-akan berusaha bekerjasama dengan umat untuk membuka warung serupa di berbagai tempat di kota Bandung dan sekitarnya.

“Kami ingin toko seperti ini dimiliki oleh masjid-masjid, ataupun pedagang Muslim lainnya. Selain di sini, toko syariah lain dibuka pula di Masjid Uswatun Hasanah di Cimahi, dan salah satu masjid di daerah Sawah Kurung bandung,” ungkap Thoriq.

Tak disangka, hingga Juli 2009 “Warung Aneh” semakin diminati umat. “Warung Aneh”, yang berusaha menampung barang titipan dari berbagai supplier keuntungannya menunjukkan grafik yang menanjak.

Menurut Aditya, salah seorang pengurus toko mengatakan, kini supplier sudah berjumlah sekitar 31. Padahal, awal dibuka toko ini hanya memiliki sedikit supplier. “Awalnya hanya satu dua supplier saja yang menitipkan barangnya di sini,” cetusnya.

Hingga saat ini, pada hari-hari biasa di luar libur transaksinya bisa mencapai 2,5 juta sehari dalam hitungan rupiah. “Tapi kalau lagi liburan seperti saat ini paling sehari jika dirupiahkan mencapai 300 sampai 500 ribu saja,” tambah Aditya.     

“Warung Aneh” menawarkan berbagai barang kebutuhan pokok hingga jasa. Misalnya, beras pandanwangi 25 kg dijual seharga 4 dirham 27 fulus, dengan harga dasar 4 dirham 21 fulus dan memeroleh keuntungan sebanyak 6 fulus.

Ada juga tomat organic dengan harga jual 1 kg 16 fulus, dengan harga dasar 15 fulus, dan “Warung Aneh” mendapat keuntungan sebesar 1 fulus. Yang unik adalah sewa mobil pick up dengan harga 2 dirham 66 fulus/trip, dengan harga dasar 2 dirham 46 fulus, dan keuntungan hanya 20 fulus saja. Ini sudah termasuk bensin dan sopir untuk sewa angkut dalam Kota Bandung.

Selain sebagai tempat jual beli dan pembelajaran ekonomi syariah, “Warung Aneh” pun siap melayani umat yang ingin menukarkan uang konvensionalnya dengan alat tukar yang dicontohkan baginda Rasul saw. Wallahualam bishawab.

(Lingga/Alhikmahonline.com)

Comments (7) >>
...
written by bygodwilling, January 12, 2011

waw...saya jadi terinspirasi untuk membangun sebuah usaha berbasis syariah seperti yang dicontohkn diatas..terima kasih smilies/smiley.gif

...
written by Aripin, October 03, 2010

Assalamualaikum..

Mau nanya ada program afiliasinya nggak ya ...?

...
written by helmi, August 05, 2009

alhamdulillah bila kita mulai merintis sistem transaksi menggunakan alat tukar emas, sangat stabil nilainya&insyaAlloh memajukan bangsa Indonesia yang kaya akan emasnya (asal emasnya tidak di tambang dgn sistem kontrak yg merugikan bangsa Indonesia sj).

...
written by Indri Gustiantini, July 31, 2009

Subhanalloh banget kl qt bisa mnerapkan ekonomi Islam dlm kehidupan shari2, biar bersih terhindar dari riba. Tapi ada sdikit keganjilan. Rasanya terlalu dipaksakan kl kita menerapkannya dalam sistem yang ada skarang.
Apakah tidak lebih baik kalo sistemnya dulu yang harus Islam.... smilies/smiley.gif

...
written by andi, July 31, 2009

test dulu ahhhh.... boleh kan?

...
written by muhammad, July 29, 2009

wah hebat, tapi dimana saya bisa mendapatkan mata uangnya? but any way moga sukses dan menjadi inspirasi toko lain

...
written by muhammad, July 29, 2009

wah luar biasa, tapi dari mana saya dapat uang dinar dirham dan fulusnya? but any way mudah2an menjadi inspirasi toko lain untuk selalu menarik berkah smilies/grin.gif

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru