| Penyakit Ringan Tapi Berbahaya |
|
|
| Wednesday, 01 July 2009 | |
|
Kita sering tidak menyadari bahwa sesuatu yang kecil itu bisa merusak kita. Rumah kita bisa cepat rusak karena ada lubang kecil yang menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah kita. Badan akan terasa meriang apabila ada lubang kecil di gigi kita. Begitu pula dalam kehidupan kita, sesuatu yang kecil dan kita abaikan bisa menghancurkan hidup kita. Beberapa contoh ”penyakit” kecil yang bisa merusak kita antara lain pernyataan-pernyataan yang seolah positif tapi bisa menjerumuskan. Contohnya; (a) Saya sudah tahu; (b) Santai dulu ah..(c) Saya orangnya memang begini, (d) Hiduplah mengalir seperti air; dan (e) tak ada makan siang yang gratis. Saya sudah tahu Pernyataan saya sudah tahu membuat kita enggan belajar. Lebih parah lagi kalau ada yang menyatakan ”saya kenal dia sejak kuliah dulu, saya tahu isi kepalanya”. Kita tidak tahu bahwa manusia itu bukan benda mati. Dia adalah hidup dan dinamis. Manusia adalah makhluk pembelajar. Boleh jadi ketika kuliah ilmunya di bawah kita namun bila dia banyak belajar ilmunya bisa jauh lebih baik dibandingkan kita. Betapa banyak kita jumpai seorang murid yang akhirnya lebih pintar dibandingkan gurunya. Bila kita punya penyakit ”saya sudah tahu” sesungguhnyalah ketika itu kita telah berhenti berkembang. Orang lain terus maju berkembang dengan ilmu-ilmu barunya sementara orang itu stagnan dan akhirnya ditinggalkan zaman. Saya tahu, diantara kita kadang ada yang penat dengan pekerjaan atau rutinitas yang kita jalani. Di saat itulah kita ingin rehat sejenak. Namun terkadang rehat kita kebablasan. Kita berjam-jam di depan televisi, main facebook, dan aktifitas lain yang tidak produktif. Alasannya, mau santai dulu dan menghilangkan kepenatan. Padahal setelah itu, tambah penat, lelah dan mungkin istirahatnya jadi berkurang. Aktifitas-aktifitas itu kita sebut pencuri waktu. Ingat! Waktu itu begitu berharga. Bila Anda ingin tahu manfaatnya detik tanyalah kepada juara kedua lomba formula-1 atau lomba renang. Bila ingin tahu manfaatnya menit tanyalah kepada para penumpang yang tertinggal pesawat. Modal yang diberikan Tuhan kepada kita sama hanyalah waktu. Jadi, jangan sia-siakan waktu dengan kedok santai dulu ah.. Saya orangnya memang begini Sering saya mendengar orang yang sedang dinasehati, ikut training maupun seminar yang berkomentar ’saya orangnya memang begini mau diapain saja tidak akan berubah’. Udah gak usah nasehatin saya, gak mungkin saya berubah. Bila kita punya penyakit ini maka hati kita semakin keras, tidak mau menerima nasehat dan tidak mau berubah ke arah yang lebih baik. Setiap masukan, kritik atau saran yang membangun dianggap sebagai hujatan dan penghinaan. Kita tidak perlu merencanakan hidup kita, biarkan hidup itu mengalir toh setiap air yang mengalir selalu menuju ke laut. Sebenarnya tidak semua air yang mengalir selalu menuju ke laut, ada juga yang ke comberan dan tempat-tempat kotor yang lain. Selain itu, air yang terbendung sesuatu bisa menimbulkan penyakit dan sarang nyamuk. Orang yang punya penyakit ini bila berada di lingkungan yang tidak mendukung dia hanya pasrah tak mau berusaha mengubah. Akhirnya akan terhanyut lingkungan dan penyakit lain akan banyak datang. Penyakit itu bisa menyerang dirinya maupun menyerang orang-orang di sekitarnya. Jangan biarkan hidup Anda mengalir tanpa arah. Saran saya, buatlah proposal hidup Anda (bila bingung beli buku saya Tuhan Inilah Proposal Hidupku yang diterbitkan Gramedia, he..he…sekalian promosi). Tak ada makan siang yang gratis ’Tak ada makan siang yang gratis’ itu bermakna; Bila kita memberikan sesuatu, mentraktir dan melayani orang lain selalu berharap ada balasan. Atau bila kita dijamu oleh orang lain selalu punya pikiran negatif ’pasti orang ini ada maunya, mana ada sich makan siang yang gratis. Filosofi ini menjadikan hidup kita transaksional dan bisa mengurangi keikhlasan. Yuk hindari penyakit ringan dan berbahaya itu. Salam Sukses Mulia. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




