Advertisement
 
 
Ada Masjid di Komplek Makam Lenin? Cetak E-mail
Friday, 27 March 2009

Lambat namun pasti, Russia (yang dijuluki Negeri Beruang Merah) akan berubah menjadi sebuah negeri Muslim!
Tidak percaya?

Oleh DJOKO SUBINARTO *

PAUL GOBLE, seorang pakar masalah-masalah Russia yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora di Universitas Tallin, Estonia, memprediksikan dalam beberapa puluh tahun ke depan, Russia kemungkinan besar akan berubah menjadi sebuah negeri Muslim.

Ada dua alasan pokok yang melandasi prediksi Paul Goble ini yaitu: (1) sejak rontoknya Uni Soviet (dalam bahasa Russia, soviet berarti dewan) di tahun 1989, tingkat kelahiran warga Muslim terus mengalami peningkatan, sebaliknya tingkat kelahiran orang Russia yang notabene non-Muslim justru makin menurun serta (2) makin banyak saja warga Russia yang sebelumnya atheis memeluk Islam sebagai agama baru mereka.  

Terkait dengan tingkat kelahiran orang Russia yang rendah, para ahli demografi Russia memperkirakan, jika tidak ada perubahan signifikan dalam tingkat kelahiran seperti sekarang ini, diperkirakan jumlah penduduk Russia non-Muslim akan menurun dari 143 juta jiwa menjadi hanya 100 juta jiwa saja. Jika ini yang terjadi, maka kaum Muslim justru akan menjadi kelompok mayoritas di Russia dalam beberapa puluh tahun ke depan.

Tingkat pertumbuhan kaum Muslim di Russia sejak tahun 1989 berkisar antara 40-50 persen bergantung pada kelompok etnisnya. Sekarang ini, di Russia terdapat 8.000 buah masjid. Bandingkan dengan kondisi 15 tahun lalu di mana hanya ada 300 buah masjid saja! Berdasarkan perhitungan statistik, menjelang akhir tahun 2015 nanti, jumlah masjid di Russia diperkirakan akan melampaui 25.000 buah masjid.

Sejauh ini, untuk mengimbangi pertumbuhan kaum Muslim yang pesat, pemerintah Moskow mendorong agar para wanita etnis Russia memiliki anak lebih dari satu. Pemerintah Moskow sendiri menawarkan sejumlah insentif menarik kepada para wanita Russia yang mau memiliki lebih dari satu anak.

Misalnya, pemerintah Russia menawarkan bantuan sebesar 1.500 rubel bagi keluarga Russia yang melahirkan anak pertama dan bantuan sebesar 3.000 rubel bagi mereka yang melahirkan anak kedua. Pemerintah Russia juga memberikan bantuan khusus bagi pasangan keluarga Russia yang mengadopsi anak-anak yatim-piatu Russia.
Meski demikian, bantuan ini membuahkan hasil nihil. Kenyataannya, sebagian besar wanita Russia malah memilih untuk tidak memiliki anak sama sekali. Kalaupun punya, tidak lebih dari satu anak saja. Hal ini justru terbalik dengan para keluarga Muslim, yang rata-rata memiliki 3-5 orang anak.

Para analis masalah-masalah Russia menilai, hancur leburnya Uni Soviet menyebabkan banyak warga Russia kehilangan rasa nasionalisme mereka seiring dengan munculnya masalah-masalah kemiskinan dan masalah sosial-politik lainnya. Akibatnya, kebanyakan etnis Russia sekarang ini enggan memiliki anak lantaran biaya untuk membesarkan anak di Russia demikian mahalnya. Di sisi lain, semakin banyak saja wanita Russia yang memilih berkonsentrasi untuk bekerja di luar rumah dalam rangka ikut membantu keuangan keluarga.

Di samping karena makin menurunnya tingkat kelahiran di kalangan orang Russia, aspek lain yang diyakini telah ikut menaikkan jumlah kaum Muslim di Russia (seperti di sebutkan di muka) yaitu semakin banyaknya saja warga Russia yang dahulu atheis berpaling memeluk Islam setelah Uni Soviet pecah. Berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Muslim kini sibuk membantu membimbing para mualaf Russia ini.

Kantor berita Interfax dalam sebuah laporannya memperkirakan, tidak harus menunggu terlalu lama lagi saat sejumlah kursi penting di parlemen Russia akan ditempati oleh para politisi Muslim. Di Moskow sendiri, yang menjadi sentral pemerintahan Russia, masjid dan lembaga-lembaga Islam terus bermunculan. Hal serupa juga terjadi di kota-kota lainnya di Russia.

TIDAK ASING

Jika menelusuri gerak roda sejarah, Islam sesungguhnya bukan sebuah agama yang terlalu asing bagi Russia. Islam masuk ke kawasan Russia pertama kali di abad ke-7 masehi. Tahun  642, Azerbaijan telah masuk ke dalam kekuasaan kaum Muslim. Lantas, kawasan Darbun dan Buchara juga menyusul masuk ke dalam kekuasaan kaum Muslim di tahun 658 dan tahun 674. Hingga abad ke-10, Islam menjadi agama paling populer di Asia Tengah, yang mencangkup sejumlah kawasan di Russia. Alquran pertama yang dicetak di Russia diterbitkan di Kazan, di tahun 1801.
Namun, antara pertengahan abad ke-16 hingga awal abad ke-20 kehidupan  masyarakat Muslim Russia mulai mengalami tekanan tatkala penguasa Russia sedikit demi sedikit mulai melakukan kekangan terhadap mereka. Tekanan terhadap kaum Muslim semakin menguat menyusul Revolusi Russia tahun 1917 yang memunculkan pemerintahan Soviet yang komunis dan bertangan besi.

Di tahun 1930-an, misalnya, penguasa Soviet memaksa menutup semua madrasah dan masjid serta melakukan tekanan kepada  para pemimpin Islam. Atas perintah Joseph Stalin, ribuan pemuka Muslim dikirim ke kamp kerja paksa yang disebut Gulag (Glavnoye Upravleniye Ispravitelno-trudovykh Lagerey i Kolonii) serta jutaan warga Muslim diasingkan ke kawasan Siberia dan Kazakhstan. Dihitung-hitung, sepanjang pemerintahan Soviet berkuasa, sekitar 30.000 masjid dihancurkan dan 14.000 madrasah ditutup secara paksa.

Menyusul bubarnya Uni Soviet di tahun 1989, kaum Muslim Russia mulai bisa kembali bernafas lega. Sejak tahun 1990, untuk pertama kalinya pemerintah Russia membolehkan kaum Muslim Russia pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Di tahun 1990 pula, dua buah majalah Islam (Ekho Kavkaza dan Islamsky Vestnik) dan satu  surat kabar Islam (Islamskiye Novosti) mulai terbit di Russia. Sementara di tahun 1991, sebuah Pusat Kebudayaan Islam secara resmi berdiri di Russia.

Dilihat dari persentase, kaum Muslim di Russia sekarang ini hanya sekitar 15-18 persen (sekitar 28 juta jiwa) dari penduduk Russia secara keseluruhan. Meski masih terbilang sebagai kelompok minoritas sekarang ini, dilihat dari ukuran jumlah, kaum Muslim Russia tergolong besar.

Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, sebagaimana diprediksikan Paul Goble, mengingat tingkat kelahiran penduduk Muslim yang cenderung terus mengalami peningkatan dewasa ini, sementara tingkat kelahiran orang Russia sendiri justru makin melorot, ditambah lagi dengan makin banyak saja warga Russia yang sebelumnya atheis memeluk Islam sebagai agama baru mereka.

Tidak heran, sementara warga Russia berkeyakinan, dalam beberapa tahun ke depan sebuah masjid akan berdiri pula di Lapangan Merah (Krasnaya Ploshchad), Moskow, berdampingan dengan kompleks makam Vladimir Ilyich Lenin, sang tokoh pendiri Uni Soviet sekaligus salah seorang gembong gerakan komunisme internasional. Wallahua’lam.•


--------------------------------------------
* Djoko Subinarto, kotak pos 332,
Cimahi 40501, SMS: 08563928611
email: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >