| Khawatir tidak Mendapat Jodoh |
|
|
| Saturday, 01 August 2009 | |
|
Assalamu’laikum.wr.wb. Assalamu’alaikum wr.wb. Teh Siti yang disayangi oleh Allah, Nampaknya kebersamaan dengan ibu bisa menjadi momen terbaik meraih surga-Nya, Rasulullah Saw bersabda “Sungguh kecewa dan hina siapa yang mendapatkan salah satu orang tuanya atau keduanya sampai usia lanjut kemudian ia tidak dapat masuk surga (karena tidak dapat berbakti kepada mereka)” (HR Muslim). Kemudian kebersamaan dengan ibu sebagai lahan jihad, sebagaimana diterangkan Rasulullah Saw, “Seorang laki-laki datang kepada nabi Saw maka ia meminta izin untuk pergi berperang, maka Nabi bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Ia menjawab: Ya! Maka sabda Nabi: “Pada mereka berdua berjuanglah kamu dengan berbuat baik kepadanya.” (HR.Bukhari) Maka tugas termulia adalah berbakti pada ibu, sebagaimana Allah SWT berfirman, “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan ibu bapakmu. Hanya kepada Akulah tempat kembali.” (QS Luqman:14) Teh Siti, keinginan menikah adalah fitrah setiap manusia dan sunatullah diciptakan semua di alam ini berpasang-pasangan, “Maha suci Allah yang telah menciptakan berpasang-pasangan segala sesuatu yang dihasilkan oleh bumi dan diri mereka sendiri dan apa-apa yang tidak mereka ketahui.” (QS Yaasin: 36) Untuk kehidupan sekarang di dunia, hubungan lawan jenis ini harus dihalalkan sah dengan ibadah menikah QS Ar-Rum: 21, sedangkan bagi yang belum nikah maka perkuatlah diri dengan shaum, agar hidup lebih bisa tenang, terjaga dari dorongan nafsu yang negatif. ”Dan bila ia belum mampu menikah, hendaklah ia bershaum karena shaum ibarat perisai.” (HR Bukhari) Di balik rasa tidak nyaman masih single dan di tengah tuntutan harapan ibu agar segera menikah, insya Allah teh Siti mampu meraih hikmah, dibalik semua peristiwa tersebut ,meningkatnya rasa syukur dan sabar pada Allah dengan berkaca dari kasus rumah tangga orang lain, insya Allah hati teh Siti peka dan berempati prihatin pada rumah tangga orang lain, bersyukur bahwa boleh jadi belum menikah adalah jalan Allah menghindarkan kita dari ujian yang demikian, dan sebagai wujud kasih sayang Allah SWT pada teh Siti, diberilah jenis ujian dan nikmat yang teh Siti mampu melaluinya, Alhamdulillah. Juga sebagai bukti cinta teh Siti pada Allah bahwa di atas segala keinginan-keinginan yang tadi, yang terpenting apa yang diridhai Allah dan dipilihkan-Nya, pasti terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat teh Siti kelak. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7). “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Rabbnya dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya.” (QS Albaqarah: 45-46). Semoga teh Siti bertambah rasa syukur atas segala nikmat yang ada sekarang ini, dan bersabar atas apa-apa yang masih ditunda-Nya, tetaplah berusaha beramal shaleh, berdzikir, berdoa, apapun hasilnya tawakal serahkan pada Allah, tetap semangat menjalani hari-hari berbakti pada ibu, bekerja, berniat dan berusaha mencari jodoh, kalau didapatkan di dunia Alhamdulillah atau kalau mendapatkannya di akhirat juga Alhamdulillah, tidak mengurangi arti dari kebaikan-Nya. Amiin. Wallahu’alam bisawwab. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



