Advertisement
 
 
Khawatir tidak Mendapat Jodoh Cetak E-mail
Saturday, 01 August 2009

Assalamu’laikum.wr.wb.
Teh Sasa yang dirahmati Allah, perkenankan saya  Siti ingin curhat, usia saya sekarang sudah kepala 3, ayah sudah meninggal, saya sekarang tinggal dengan ibu saya, berdua. Semua adik dan kakak sudah pada menikah, tinggal saya sendiri belum menikah, ada rasa khawatir apakah saya akan mendapat jodoh atau tidak, tapi kadang saya pasrah saja. Alhamdulilah, saya masih bisa berbakti pada ibu. Meski kelihatannya beliau juga suka prihatin pada keadaan saya. Apa solusi yang terbaik menurut Teteh, melihat kondisi saya sekarang? Jazakumullahu khairan katsira atas sarannya, wassalamu’alaikum. (Siti, di bumi Allah)

Assalamu’alaikum wr.wb. Teh Siti yang disayangi  oleh Allah,
Saya bahagia melihat Teteh masih bisa bersama dengan ibu sampai di usia senjanya, berarti teteh dipercaya oleh Allah untuk menjaga ibunda, ada ayat Alquran yang mengingatkan kita bahwa,
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak dengan sebaik-baiknya, jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sudah sampai umur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.  Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ”Wahai Tuhanku! kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mengurusku sejak kecil.” (QS Al-Isra: 23-24)

Nampaknya kebersamaan dengan ibu bisa menjadi momen terbaik meraih surga-Nya,  Rasulullah Saw bersabda “Sungguh kecewa dan hina siapa yang mendapatkan salah satu orang tuanya  atau keduanya sampai usia lanjut kemudian ia tidak dapat masuk surga (karena tidak dapat berbakti kepada mereka)” (HR Muslim). Kemudian kebersamaan dengan ibu sebagai  lahan jihad, sebagaimana diterangkan Rasulullah Saw, “Seorang laki-laki datang kepada nabi Saw maka ia meminta izin untuk pergi berperang, maka Nabi bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Ia menjawab:  Ya! Maka sabda Nabi:  “Pada mereka berdua berjuanglah kamu dengan berbuat baik kepadanya.” (HR.Bukhari)

Maka tugas termulia adalah berbakti pada ibu, sebagaimana Allah SWT berfirman, “Dan kami perintahkan kepada manusia  (berbuat baik) kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Dan bersyukurlah kepada-Ku dan ibu bapakmu. Hanya kepada Akulah tempat kembali.” (QS Luqman:14)

Teh Siti, keinginan menikah adalah fitrah setiap manusia dan sunatullah diciptakan semua di alam ini berpasang-pasangan, “Maha suci Allah yang telah menciptakan berpasang-pasangan segala sesuatu yang dihasilkan oleh bumi dan diri mereka sendiri dan apa-apa yang tidak mereka ketahui.” (QS Yaasin: 36)

Untuk kehidupan sekarang di dunia, hubungan lawan jenis ini harus dihalalkan sah dengan ibadah menikah QS Ar-Rum: 21, sedangkan bagi yang belum nikah maka perkuatlah diri dengan shaum, agar hidup lebih bisa tenang, terjaga dari dorongan nafsu yang negatif. ”Dan bila ia belum mampu menikah, hendaklah ia bershaum karena shaum ibarat perisai.” (HR Bukhari)

Di balik rasa tidak nyaman masih  single dan di tengah tuntutan harapan ibu agar segera  menikah, insya Allah teh Siti mampu meraih hikmah, dibalik semua peristiwa tersebut ,meningkatnya rasa syukur  dan sabar pada Allah dengan berkaca dari kasus rumah tangga orang lain, insya Allah  hati teh Siti  peka dan berempati  prihatin pada rumah tangga orang lain, bersyukur bahwa boleh jadi  belum menikah adalah jalan  Allah menghindarkan kita dari ujian yang demikian, dan sebagai wujud kasih sayang Allah SWT pada teh Siti, diberilah jenis ujian dan nikmat yang teh Siti mampu melaluinya, Alhamdulillah.

Juga sebagai bukti cinta teh Siti pada Allah bahwa di atas segala keinginan-keinginan yang tadi, yang terpenting apa yang diridhai Allah dan dipilihkan-Nya, pasti terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat teh Siti kelak.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti  Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7).  “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Rabbnya dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya.” (QS Albaqarah: 45-46).

Semoga teh Siti bertambah rasa syukur atas segala nikmat yang ada sekarang ini, dan bersabar atas apa-apa yang masih ditunda-Nya, tetaplah berusaha beramal shaleh, berdzikir, berdoa, apapun hasilnya tawakal serahkan pada Allah, tetap semangat menjalani hari-hari berbakti pada ibu, bekerja, berniat dan berusaha mencari jodoh, kalau didapatkan di dunia Alhamdulillah atau kalau mendapatkannya di akhirat juga Alhamdulillah, tidak mengurangi arti dari kebaikan-Nya. Amiin. Wallahu’alam bisawwab. 

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >