| MT Al-Islam, Mengabdi untuk Kemaslahatan Umat |
|
|
| Sunday, 01 March 2009 | |
![]() Alhikmah Pada awal berdirinya, anggota MT Al-Islam ini beranggotakan 20 orang. Aktivitas rutin yang diselenggarakan antara lain menterjemahkan ayat Alquran, dan ceramah yang diisi oleh beliau sendiri. Tiga tahun berlalu, 1985, banjir besar memporak-porandakan masjid Al Islam. Seluruh bangunan rata dengan tanah. Akhirnya dibangun kembali masjid Al Islam di lokasi yang lebih tinggi di RT01/06 Padasuka, dengan tanah wakaf milik bapak Wasid, besannya. kegiatan pengajian pun dipindahkan ke kediaman beliau di Pasirlayung, Bandung. Tahun 1988, saat usianya menginjak angka 86, berakhirlah tugas beliau di dunia. Detik-detik menjelang kembali ke Rahmatullah, almarhum yang pernah menjabat sebagai ketua MUI kecamatan Cicadas Bandung pada tahun 70-an ini, berpesan pada Maesaroh, anak keduanya untuk melanjutkan perjuangan dia berdakwah. “Saya selaku anak diberi amanat untuk meneruskan pengajian ini,” terang Maesaroh kepada Alhikmah sepenggal waktu lalu. Untuk aktivitas, tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan almarhum. Seminggu dua kali, saban Senin dan Rabu, pukul 10.00 s/d 12.00 rutin diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran, hapalan, dan terjemahan. Selain kegiatan tersebut di atas, sebulan sekali juga diadakan ceramah umum dengan mengundang penceramah dari luar. Majelis Taklim yang bertujuan meningkatkan keimanan masyarakat ini, memiliki anggota tetap sebanyak 45 orang Jamaah. Mereka terdiri dari gabungan berbagai DKM, antara lain: Masjid Al-Fitrah Pasir Layung, Masjid Al-Ikhlas Ciparumpung, Masjid Khusnul khotimah di Padasuka, dan Masjid Al-Karimah, di Pasir Leutik. Ibu Maesaroh berharap dengan penggabungan berbagai DKM ini semakin menambah keimanan dan ketakwaan umat muslim, khususnya di lingkungan kecamatan Cicadas. Untuk menambah rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan, tiap setahun atau dua tahun sekali diadakan tadabur alam. Pada tahun 2008 silam, daerah tujuan tadabur alam adalah Pelabuhan Ratu. ”Tadabur alam tidak tentu, kadang dua tahun sekali, dengan tujuan untuk melihat kekuasan Allah bukan hanya piknik semata. Tetapi melihat keindahan Allah SWT melalui alam semesta dan mensyukuri nikmat yang diberikan,” ungkap Maesaroh. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




