| Demi Pekerjaan, Muslim India Terpaksa Menggunakan Nama Hindu |
|
|
| Wednesday, 30 December 2009 | |
|
"Kita tidak akan mendapatkan pekerjaan jika kita dikenal sebagai Muslim," ungkap Allarakha Khan, seorang pekerja muslim yang menggunakan nama Hindu, seperti yang dilansir India Express. "Kami telah melakukan hal ini dalam waktu yang lama, dan kami sangat hati-hati untuk tidak mengungkapkan nama asli kita atau alamat di tempat kerja," tambahnya. Ada sekitar 140 juta Muslim di India, negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu ini. Negara India merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar ketiga setelah Indonesia dan Pakistan. Umat Islam di India telah menderita selama puluhan tahun dan mengalami penindasan dari segi sosial dan ekonomi. Mereka protes selama bertahun-tahun namun kenyatannya mereka hanyalah kelompok minoritas di India yang tersebar sebagai polisi, tentara, pegawai pemerintah dan mahasiswa. Nasib mereka hanya terdaftar dalam pendidikan rendah dan akibatnya mayoritas penghuni perguruan-perguruan tinggi didominasi oleh kalangan Hindu dan agama lain seperti Kristen dan Sikh. Harga Mahal yang Harus Dibayar Mehboob Pathan mengubah namanya dan orang putra dan putrinya dengan nama Hindu untuk mencari pekerjaan di industri berlian. "Seperti saya, ayah saya juga menyembunyikan agamanya hanya agar kita bisa punya pekerjaan," tegas anaknya Mushtaq, yang berubah nama menjadi Mukesh. Dan keluarga mereka membayar harga mahal dan tragis hanya demi menyembunyikan identitas Muslim mereka. Sang ayah yang bernama Hindu, Jayenti Bhatti, menghilang dan pihak keluarga baru-baru ini berusaha melaporkan ketidakhadirannya. Mereka terkejut manakala menemukan ia dibunuh atas sengketa moneter dan dikremasi sebagai seorang Hindu. “Bagaimana mungkin polisi berani begitu saja mengkremasi jenazah ayah dengan cara Hindu?” Keluh Mushtaq. "Ini adalah ujian bagi kita untuk menunjukkan bahwa ayah adalah seorang Muslim," Tapi, polisi bersikeras bahwa pernyataan keluarga sudah terlambat. "Kami mengurus jenazah menurut ritus Hindu dan kami tidak mengetahui dia adalah seorang Muslim," kata VR Malhotra, seorang kepala bagian polisi. Dalam Islam, kremasi dilarang karena tidak menghormati kepada mayat dan Islam selalu memuliakan manusia baik ketika masih hidup maupun sudah meninggal. Kewajiban sesama muslim ketika ada yang meninggal adalah memandikannya, mengkafani, menyolati dan dimakamkan sesuai syariat Islam. "Kami terlalu miskin untuk bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan," kata Mushtaq tak berdaya. (Siro/Iol/Alhikmahonline) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




ALHIKMAHONLINE.COM—Banyak warga muslim India terpaksa merubah namanya dengan nama Hindu demi untuk dapat bekerja di industri berlian. Kesempatan tersebut mereka anggap lebih besar didapatkan oleh umat Hindu yang merupakan agama mayoritas di sana.
