| Gerakan Masjid Ramah Lingkungan Muncul di Amerika |
|
|
| Tuesday, 12 January 2010 | |
|
Deputi Direktur All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) di Virginia, Khalid Iqbal, seperti dilansir islamonline mengatakan tentang pentingnya peran serta umat Islam di garda terdepan dalam gerakan ini. Tentu berdasarkan kewajiban sebagai pribadi muslim, bukan karena hal tersebut tengah menjadi tren di berbagai belahan dunia. ADAMS Center memulai sosialisasi dengan menggelar Proyek Masjid Hijau. Mereka mengajak jamaah masjid untuk melakukan proses daur ulang, menanam lebih dari 300 pohon, mengurangi limbah pembuangan air dan mengganti penerangan di masjid dengan lampu-lampu hemat energi. Di banyak masjid lain, para imam dianjurkan untuk memberikan khutbah ang berkaitan dengan lingkungan hidup, hemat energi dan mengurangi limbah karbon. Masjid-masjid tersebut bersinergi dengan beberapa organisasi, semisal; Interfaith Power and Light, untuk menyosialisasikan perubahan ramah lingkungan. Mesjid pertama di negeri tersebut yang menerapkan konsep ramah lingkungan adalah Mesjid Foundation yang berkedudukan di Bridgeview, Illionis, yang memasang panel solar untuk memanaskan air. Atas komitmennya menjaga lingkungan tetap lestari, mereka dianugerahi penghargaan sebagai pahlawan lingkungan medio 2008 lalu. Di California Selatan, kelompok-kelompok seperti Islamic Environmental Group of Wisconsin, DC Green Muslim dan Green Deen melakukan penyuluhan pada komunitas Muslim dan warga masyarakat menerapkan hidup dan gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan. "Muslim adalah khalifah yang melindungi bumi. Banyak yang sadar akan hal itu tapi tak banyak yang bisa melakukannya," kata Dr. Zaher Sahloul, ketua Council of Islamic Organizations of Greater Chicago (CIOGC) dan presiden Masjid Foundation. Direktur Outreach for the Dar Al Hijrah Islamic Center di Virginia, Imam Johari Abdul Malik mengamini pernyataan itu. Ia menekankan perlunya kebijakan publik untuk melakukan sebuah perubahan yang nyata."Tidak mungkin kita melakukan perubahan hanya pada level individu atau bekerjasama dengan institusi-institusi berbasis keagamaan lainnya. Kita harus membuat sebuah kebijakan publik dimana suara suara kita didengar seperti suara kelompok lainnya yang juga menghendaki perubahan sistem," ungkap Imam Abdul Malik. Ramadan tahun lalu, CIOGC mengkoordinir tujuh masjid untuk berpartisipasi dalam kampanye Green Ramadan. Salah satu agenda kampanye adalah lobi-lobi perwakilan-perwakilan lokal mereka untuk membahas isu-isu lingkungan hidup. Mereka berencana memanfaatkan momentum ramadhan untuk menyosialisasikan lebih lanjut gerakan ini di tengah-tengah komunitas muslim. (hbs/iol/alhikmahonline) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




ALHIKMAHONLINE.COM -- Di Amerika, masjid-masjid turut serta bersama kelompok-kelompok berbasis agama lainnya, menggagas program penghijauan dan meningkatkan kesadaran komunitas Muslim tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
