Advertisement
 
 
kenapa Paman Sam Dukung Israel? Cetak E-mail
Tuesday, 10 February 2009

Awal tahun 2009, kembali masyarakat internasional menyaksikan kebrutalan dan kekejaman pasukan Israel yang menyerang Palestina di kawasan Gaza. Ribuan orang -- terutama warga sipil -- menemui ajalnya, termasuk yang mengalami luka-luka. Ini adalah serangan terhebat selama 10 tahun terakhir.

 oleh: DJOKO SUBINARTO*

Demonstrasi anti-Israel berlangsung di banyak negara. Hampir semua negara mengecam dan mengutuk tindakan biadab Israel. Namun, suara kecaman dan kutukan seperti itu sama sekali tidak datang dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Barack Obama -- yang disebut-sebut bakal membawa banyak perubahan -- bungkam seribu bahasa.


Sikap bungkam yang ditunjukkan oleh pemimpin AS itu, tentu saja, bukan sesuatu yang aneh sekaligus menjelaskan kepada kita bahwa AS senantiasa merestui setiap tindakan Israel di Timur Tengah -- tidak peduli tindakan itu menginjak-injak hak-hak azasi manusia dan hukum internasional.


 “Hubungan Israel dengan AS terjalin sangat kuat dan persekutuan keduanya tidak akan terpecahkan,” begitu ditegaskan George W Bush ketika melakukan kunjungan ke Timur Tengah pertengahan Mei 2008 lalu, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.


Apa yang dinyatakan Bush tampaknya semakin menggarisbawahi bahwa AS adalah konco setia negara Yahudi tersebut. Keberadaan Israel hingga saat ini memang tidak bisa dilepaskan dari sokongan Negeri Paman Sam. AS akan selalu melakukan segala upaya demi melindungi dan membela kepentingan Israel sebagai satu-satunya negara Yahudi.


Setiap kepala negara AS akan menempatkan kepentingan Israel menjadi prioritasnya. Di banyak kesempatan, misalnya, Barack Obama berkali-kali menyatakan dukungannya terhadap Israel.

ALASAN
Terdapat beberapa alasan kenapa AS senantiasa mendukung Israel.
Pertama, Israel merupakan sekutu utama AS yang paling bisa dipercaya serta paling bisa diandalkan di kawasan Timur Tengah.


Kedua, Israel adalah satu-satunya negara paling demokratis (menurut kacamata AS) di Timur Tengah sehingga memiliki kesamaan haluan dengan AS dalam demokrasi seperti dalam konsep one vote one citizen, kekuasaan mayoritas serta pembagian kekuasaan.


Ketiga, Israel merupakan kawasan persiapan militer AS yang dinilai cukup stabil di Timur Tengah. Dengan lokasinya yang strategis, Israel menjadi tempat penyimpanan cadangan senjata nuklir, senjata biologi dan senjata kimia AS yang sewaktu-waktu bisa digunakan sekiranya terdapat ancaman terhadap kepentingan AS di kawasan. Meski kenyataannya, AS memiliki kawasan militer di Arab Saudi dan sejumlah negara Arab lainnya, namun lokasinya tidak se-stabil dan se-strategis Israel.


Keempat, Israel adalah negara sahabat paling setia AS. Di mata AS, Israel tidak pernah berbuat neko-neko. Israel selalu mendukung kepentingan Gedung Putih dan sangat memberi kontribusi bagi perekonomian AS. Di sisi lain, Israel menggelontorkan uang milyaran dollar AS untuk membeli persenjataan canggih dari AS.  

SEBELAH MATA
Kuatnya dukungan AS kepada Israel tidak bisa dilepaskan dari lobi-lobi yang dilakukan masyarakat Yahudi di AS. Meski komunitas Yahudi bisa dikatakan termasuk minoritas di AS, namun untuk urusan lobi, jangan dianggap sebelah mata. Lobi mereka demikian kuat. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat Yahudi AS mengisi pos-pos penting di AS, yang secara langsung maupun tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap keputusan yang diambil Gedung Putih.
Sebagai gambaran, 26 persen jurnalis, komentator politik dan pejabat di lingkaran sosial-politik AS adalah Yahudi.

Sekitar 59 persen dari pakar hukum dan penulis terkemuka AS adalah Yahudi. Itu saja belum cukup. Sekitar 40 persen dari mereka adalah anggota Kongres AS. Di sisi lain, 7 dari 11 anggota Dewan Keamanan Amerika (US National Security Council) adalah Yahudi-Amerika. Orang-orang Yahudi juga memegang kendali di hampir semua pos penting pemerintahan AS.


Dihitung-hitung, 38 persen dari pejabat pemerintah AS adalah keturunan Yahudi. Mereka ini menempati posisi-posisi strategis di departemen luar negeri, departemen pertahanan, departemen keuangan serta departemen kehakiman dan memiliki akses terhadap informasi penting dan mendalam terkait dengan pemerintahan dan militer AS. California, Chicago, Boston, New Jersey, Florida dan Ohio merupakan negara-negara bagian di AS di mana komunitas Yahudi mengendalikan pusat-pusat politik dan perekonomian di negara-negara bagian tersebut.


Pemerintah AS sendiri sejak tahun 1976, secara rutin saban tahun memberikan bantuan militer dan ekonomi kepada Israel. Masih belum cukup, tiap tahun Israel masih pula menerima bantuan tunai senilai 3 juta milyar dollar AS dari Gedung Putih. Jumlah itu adalah seperlima dari jumlah bantuan luarnegeri yang dianggarkan AS secara keseluruhan. Jika dirata-rata, jumlah itu berarti pula bahwa tiap warga Israel mendapat bantuan sekitar 500 dollar AS per tahunnya. Jumlah ini sangat mencolok dan besar mengingat Israel merupakan negara industri yang cukup makmur, setara dengan Korea Selatan ataupun Spanyol. 

PERAN AIPAC
Ihwal kuatnya lobi Yahudi di AS, banyak analis mengaitkannya dengan keberadaan sebuah lembaga bernama The American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Sejauh ini, AIPAC merupakan kelompok kepentingan yang paling getol melakukan lobi di AS untuk terpeliharanya hubungan yang erat antara Israel dan AS. AIPAC saat ini merupakan lembaga lobi yang paling berpengaruh kuat secara politis di AS.


AIPAC didirikan tahun 1953 oleh IL Kenen. Saat pertama berdiri nama lembaga itu adalah The American Zionist Committee For Public Affairs.


AIPAC memiliki koran resmi yaitu Near East Report. Sirkulasinya 60.000 eksemplar per hari. Sebagian besar terbitannya dilanggani oleh orang-orang Yahudi Amerika dan organisasi-organisasi Yahudi. Sisanya dikirimkan dan diberikan secara cuma-cuma ke kantor-kantor dan para anggota DPR AS dan Senat AS serta para tokoh penting pemerintahan dan politik AS.


Tujuan utama AIPAC dewasa ini adalah melobi Kongres AS atas berbagai masalah yang keputusan dan hasilnya harus selalu menguntungkan pihak Israel dan AS. Secara berkala AIPAC melakukan pertemuan dengan para anggota Kongres AS.


Koran The New York Times pada salah satu terbitannya menulis bahwa AIPAC merupakan kekuatan utama dalam membentuk dan mengarahkan kebijakan AS di Timur Tengah. The New York Times juga menulis bahwa AIPAC memiliki kekuatan untuk menentukan calon pemimpin maupun para staf pemerintahan di sejumlah negara Arab. Dalam banyak kasus, antara AIPAC, pemerintah AS dan pemerintah Israel selalu melakukan kordinasi yang rapi.


Langkah Washington yang telah memveto 33 resolusi yang terkait dengan Israel sejauh ini merupakan pula salah satu hasil dari lobi AIPAC yang telah dirancang dengan rapi.


Terkait dengan begitu kuatnya lobi Yahudi di AS ini, dengan ponggah tokoh Yahudi-Amerika Ortodok, David Luchins dalam suatu kesempatan pernah mengatakan, "Meski kami minoritas, tapi kenyataannya kami adalah mayoritas di AS. Apa pun yang kami inginkan pasti terlaksana.”
Wallahu a'lam.

*Penulis lepas, Dosen ARS International

Comments (1) >>
...
written by suri, August 31, 2011

ada gak alasan yuridisnya??
karena sy orang hukum, and bwt skripsi ttg israel palestina juga, jadi sy mw tau alsan dri segi hukumnya,,misal, apa bner amrekia serikat mendukung israel krn berpendapat amerika serikat ingin masalah israel palestina diselesaikan dgn cara PSI*penyelesaian sengketa alternatif??meskipun itu dah gagal..??tlg jawabannya..makasih banyak smilies/cheesy.gif

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru