| No. 40: Tirani Kebebasan Berekspresi |
|
|
| Monday, 30 November 2009 | |
|
Alhamdulillah, Miyabi tak jadi datang. Tapi jangan dulu gembira. Masih banyak Miyabi-Miyabi lain di negeri ini yang bakal terus beraksi. Belum lagi akses media yang sedemikian mudah, memuluskan serangan-serangan yang sanggup merusak, bahkan melantakkan moral generasi masa depan. Atas nama kebebasan berekspresi, ringan-ringan saja mereka berlaku demikian. Data yang dirilis Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA), seperti dikutip Antara menyebutkan, industri pornografi menghasilkan 57 miliar dolar AS per tahun di seluruh dunia. “Penghasilan industri porno lebih besar dari seluruh penghasilan seluruh pemain sepak bola, bisbol, dan bola basket profesional serta franchise bola basket,” kata aktivis ASA, Tatti Elmir. Pornografi anak menghasilkan tiga miliar dolar setiap tahun, dan industri porno Amerika melebihi penghasilan gabungan dari ABC, CBS dan NBC. Di ranah maya, data lainnya menyebutkan, rata-rata usia anak berkenalan dengan internet pornografi 11 tahun, sedang konsumen terbesar pornografi internet adalah kelompok berumur 12-17 tahun. Namun, yang paling mencengangkan, menurut Romi ternyata penikmat dan penerima akses negatif dari industri pornografi di Internet bukan negara-negara produsen pornografi. Berdasarkan tren request pencarian dengan tiga kata kunci, yaitu xxx, porn dan sex, semuanya dikuasai oleh negara kecil atau berkembang seperti Pakistan, Afrika Selatan, India, Bolivia, Turki, termasuk Indonesia. Belum cukupkah peringatan Allah, lewat berbagai musibah yang mendera berbagai kawasan di negeri ini? Masihkah kita berpikir, bahwa bencana-bencana itu hanya sekedar fenomena alam, yang wajar terjadi di tanah yang terletak di pertemuan empat lempeng besar di dunia, yaitu Indo Australia, Eurasia, Filipina, dan Pasifik? Maka lumrah, jika Allah kemudian murka, seperti dalam firman-Nya: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS Al-Isra:16). Na’udzubillah. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



