| Tidak Ingin Berbuat Dzalim Kepada Pembantu |
|
|
| Monday, 02 November 2009 | |
|
Assalamualaikum. Jawaban: Dzalim itu lawan dari adil. Kalau seseorang tidak adil berarti ia telah berlaku dzalim. Kalau gaji pembantu mestinya yang layak itu Rp. 500.000,-, maka kalau gajinya kurang dari Rp. 500.000,- padahal yang bersangkutan mampu menggajinya sebanyak itu, maka yang bersangkutan telah berlaku dzalim. Kalau jam kerja pembantu mulai dari jam 07.00 s.d. 17.00 sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kita memaksa dia bekerja lebih dari jam 17.00, maka yang bersangkutan telah berlaku dzalim. Dzalim dalam Alquran juga digunakan untuk orang-orang yang kufur, yang munafiq, berbuat kerusakan, melangggar perintah Allah dan perbuatan-perbuatan dosa besar lainnya. Kata–kata yang diambil dari Dzalama (berbuat dzalim), seperti Dzalammu, Dzalamtu, Dzalamu, Yadzhimu, Dzalim, Dzalimin, dan seterusnya bertebaran lebih dari 100 kali dalam Alquran. Dzalim sering diartikan, menempatkan sesuatu kepada sesuatu yang bukan layaknya. Jadi termasuk mendzalimi diri sendiri kalau seseorang memaksakan diri mengerjakan sesuatu yang di luar kemampuan dirinya. Anak kecil yang dipaksa untuk mencari nafkah sebagaimana layaknya orang dewasa, maka anak kecil itu telah didzalimi atau diperlakukan dzalim. Agar kita tidak termasuk orang yang dzalim, kita harus konsisten berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Untuk tidak mendzalimi pembantu, kita harus mengukur diri, mampukah kita memperlakukannya dengan adil, menugasinya secara adil dan memberi upahnya secara adil, dan seterusnya. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




