Advertisement
 
 
Tidak Ingin Berbuat Dzalim Kepada Pembantu Cetak E-mail
Monday, 02 November 2009

Assalamualaikum.
Ustadz saya ibu rumah tangga dengan empat orang anak yang masih kecil. Suami saya seorang pekerja kantoran yang berangkat pagi hari. Untuk saat ini saya tidak sanggup lagi mengurusi keluarga sendirian. Rencananya saya mau merekrut beberapa pembantu rumah tangga. Tapi saya khawatir nanti akan berbuat dzalim kepada pembantu. Kira-kira batasan dzalim tidak dzalim ke pembantu seperti apa dalam Islam? (NN Cimahi)

Jawaban:

Dzalim itu lawan dari adil. Kalau seseorang tidak adil berarti ia telah berlaku dzalim. Kalau gaji pembantu mestinya yang layak itu Rp. 500.000,-, maka kalau gajinya kurang dari Rp. 500.000,- padahal yang bersangkutan mampu menggajinya sebanyak itu, maka yang bersangkutan telah berlaku dzalim.
Kalau gaji pembantu mestinya diberikan pada tanggal 1 setiap bulan, maka kalau gaji itu ditunda-tunda tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka yang bersangkutan telah berlaku dzalim.

Kalau jam kerja pembantu mulai dari jam 07.00 s.d. 17.00 sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kita memaksa dia bekerja lebih dari jam 17.00, maka yang bersangkutan telah berlaku dzalim.
Kalau pembantu sedang sakit keras dipaksa bekerja keras seperti orang yang sedang sehat maka yang bersangkutan telah berlaku dzalim.

Dzalim dalam Alquran juga digunakan untuk orang-orang yang kufur, yang munafiq, berbuat kerusakan, melangggar perintah Allah dan perbuatan-perbuatan dosa besar lainnya. Kata–kata yang diambil dari Dzalama (berbuat dzalim), seperti Dzalammu, Dzalamtu, Dzalamu, Yadzhimu, Dzalim, Dzalimin, dan seterusnya bertebaran lebih dari 100 kali dalam Alquran.

Dzalim sering diartikan, menempatkan sesuatu kepada sesuatu yang bukan layaknya. Jadi termasuk mendzalimi diri sendiri kalau seseorang memaksakan diri mengerjakan sesuatu yang di luar kemampuan dirinya.

Anak kecil yang dipaksa untuk mencari nafkah sebagaimana layaknya orang dewasa, maka anak kecil itu telah didzalimi atau diperlakukan dzalim.

Agar kita tidak termasuk orang yang dzalim, kita harus konsisten berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Untuk tidak mendzalimi pembantu, kita harus mengukur diri, mampukah kita memperlakukannya dengan adil, menugasinya secara adil dan memberi upahnya secara adil, dan seterusnya.
Silahkan Anda pertimbangkan dan putuskan setelah bermusyawarah dengan suami Anda. Kalau Anda mengangkat pembantu, berniatlah memberi lapangan kerja dan menolong orang lain, agar menjadi amal saleh bagi Anda.

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru