| N0. 33/April 2009/Rabiul Akhir 1430 H |
|
|
| Wednesday, 01 April 2009 | |
|
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Lalu mengapa “Politik Cinta Pernikahan Beda Agama?” Argumentasi kami, bahwa fenomena Pernikahan Beda Agama (PBA) adalah sebuah bahaya laten, yang layak kita waspadai. Atas nama cinta yang dipenuhi hawa nafsu manusia, banyak pasangan yang nekad melangsungkan prosesi PBA dengan beragam cara. Padahal jelas, baik hukum agama maupun negara melarang pernikahan model ini. Dan tentu saja, hal ini disinyalir menjadi semacam amunisi yang bisa memperkuat sekelompok orang di negeri ini untuk pencapaian tujuan-tujuan ideologisnya. Itulah mengapa, “Politik Cinta Pernikahan Beda Agama.” Selebihnya, fenomena ini sengaja kami hadirkan, sebagai informasi terhadap pembaca Alhikmah, bahwa fakta PBA ini betul-betul terjadi. Dan tak sedikit yang berujung lara, retaknya hubungan keluarga. Di rubrik Hidayah kali ini, Alhikmah menghadirkan kisah Muhammad Mu’min (Hanibal) mencari Tuhan yang ‘hilang’. Sampai akhirnya, ia menemukan Islam, dan hingga kini proaktif membendung gerakan-gerakan anti pemurtadan, khususnya di Jawa Barat. Simak, rubrik lain, kisah sedekah ustadz Bobby Herwibowo, Lc. Beliau menuturkan kembali kisah nyata seorang jamaah Majelis Taklim di Balikpapan yang cukup lama mengidap kanker rahim. Kesembuhan ia dapatkan bukan dari pertolongan medis, melainkan usai menyedekahkan sebagian hartanya untuk fakir miskin. Tak ketinggalan, Inspirator Sukses Mulia, Jamil Azzaini, berbagi tips “Menghadirkan Cinta di Tempat Kerja” di rubrik Inpirasi Sukses Mulia. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




