| Merajut Ukhuwah Dalam Bingkai Tawakkal |
|
|
| Monday, 30 November 2009 | |
|
Saat Alhikmah masuk ke dalam, menyusuri koridor samping, lalu berakhir di halaman belakang yang hijau, pandangan tertuju ke satu ruangan penuh terisi ibu-ibu. Di ruang itulah rupanya, taklim rutin mingguan tengah diadakan. Tawakkal Ar-Ridho, nama Majelis Taklim (MT) pimpinan Ibu Yanti Purwo ini. Mulanya, 15 orang ibu rumah tangga yang menggagas kumpulan ini pada tahun 1994. Mereka ingin rutin bersilaturahim, dengan mengadakan Taklim. Selain ukhuwah yang diharapkan semakin erat, pengetahuan agama pun insya Allah bertambah kuat. Tak hanya MT Tawakkal Ar-Ridho yang diawali kata Tawakkal, Bu Guru menyebut 15 majelis taklim yang kesemuanya diawali kata Tawakkal, pimpinan dia. Hanya nama belakangnya saja yang berbeda, yakni; MT Tawakkal Hidayah, MT Tawakkal Barokah, MT Tawakkal Arridho, MT Tawakkal Amanah, MT Tawakkal Warohmah, MT Tawakkal Assyfa, MT Tawakkal Sakinah, MT Tawakkal Hanifa, MT Tawakkal Hasanah, MT Tawakkal Maghfiroh, MT Tawakkal Marhamah, MT Tawakkal Alhikmah, MT Tawakkal Alifah, MT Tawakkal Al-Ikhlas dan MT Tawakkal Karomah. Majelis Taklim Tawakkal Ar-ridho saat ini diketuai oleh Ibu Dedeh Siddik, sang pemilik rumah. Dari jumlah awal yang hanya sekitar 15 orang lambat laun berkembang hingga saat ini mencapai total sekitar 30 orang anggota aktif. Jika ditotal secara keseluruhan, jumlah seluruh anggota MT Tawakkal ini mencapai lebih dari 500 orang. Namun karena jadwal pengajian rutin yang berbeda-beda antara MT Tawakkal yang satu dengan yang lainnya maka mereka baru bertemu dengan seluruh anggota hanya saat event besar saja, semisal Munggahan dan Halal Bi Halal. Ibu Itje selaku sekretaris Majelis Taklim Tawakkal Arridho, menyebutkan bahwa nama Tawakkal diambil dari Kitab Suci Alquran, surat Al Hujurat ayat 13, bahwa manusia itu harus bertawakkal kepada Allah SWT. Materi-materi keislaman pengajian yang digelar setiap Jumat siang selama 2 jam, mulai pukul 10.00 – 12.00 siang ini lebih ke arah tasawuf. Dampaknya, meski mayoritas Anggota MT Tawakkal Arridho secara materi relatif berlebih, namun sikap Qanaah (rendah hati) lebih mendominasi keseharian mereka. “Bu guru mengajarkan tidak boleh berbohong, tidak boleh sombong,” tutur Ibu Itje. Selain pengajian rutin mingguan, Majelis ini pun kerap mengadakan kegiatan-kegiatan bakti sosial seperti kunjungan ke panti-panti asuhan, mengumpulkan Infak untuk fakir miskin. Pun ketika terjadi musibah dan bencana alam, dengan sigap seluruh anggota mengumpulkan bantuan baik berupa dana, pakaian, dan makanan. Ibu Itje mengakui bahwa sosok Bu Guru (Bu Yanti Purwo)- lah yang berjasa menyatukan seluruh anggota MT Tawakkal hingga tidak ada satu orangpun anggota yang absen setiap kali pengajian ini digelar. Semua anggota bertahan dan dipersatukan oleh rasa Tawakkal dan tawadhu yang senantiasa didengung-dengungkan oleh Bu Guru. “Insya Allah dengan hati yang tulus dan Ikhlas, majelis ini dapat terus bertahan, merajut kekeluargaan dan kebersamaan dalam bingkai Tawakkal,” ungkap Ibu Itje menutup perbincangan kami pagi itu. ALHIKMAH/GIA |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




Jumat siang, sebuah rumah di bilangan Raden Fatah, Bandung, tampak lengang. Namun, terlihat beberapa mobil terparkir di halamannya yang asri dan lapang itu.
