Advertisement
 
 
Renungan Gempa Tasik-Padang Cetak E-mail
Monday, 30 November 2009

Pada hari Kamis 3 September 2009 ba’da dzuhur saya tidur siang di masjid pesantren Anshorulloh yang saya pimpin di Ciamis. Tiba-tiba terbangun karena terasa ada yang menggoyang-goyang tubuh saya. Begitu mata terbuka, saya melihat langit-langit masjid berukuran 12 x 12 meter tanpa tiang itu pun berayun keras naik turun lalu ke samping. Saya pun bertakbir. ”Ya Allah, apakah takdirku akan tertimpa bangunan masjid ini? Jika ya, semoga aku termasuk mati syahid,” gumamku saat itu.


 Oleh Fauzan Al-Anshari *


 

Alhamdulillah masjid tidak runtuh, cuma lantainya retak. Dalam hatiku spontan mengatakan, ini terjadi karena kezaliman pemerintah terhadap umat Islam dalam kasus terorisme, yakni kasus Temanggung (17/7). Maka hati saya pun berfirasat akan ada gempa yang lebih dahsyat lagi kalau umat Islam terus dizalimi. Ternyata menjelang Idul Fitri ada kasus Mojosongo (17/9). Dulu ketika Ustad Abu Bakar Ba’asyir dizalimi (28/10/2002), Allah SWT memunculkan lumpur Lapindo dan ketika pipa minyak Pertamina terbakar, apinya membentuk kata ‘Allah’.

Kalau saya buka QS Al-Isra: 7 artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila saat  hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk  menyuramkan  muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”

Ayat ini turun untuk mengancam Yahudi agar menghentikan kejahatannya menzalimi muslim Palestina dan mengotori masjid Al-Aqsha. Jika Yahudi tetap melakukan kejahatan, maka mereka akan dihukum dan masjid Al-Aqsha akan dibebaskan. Apa hubungannya dengan fitnah terorisme, silakan direnungkan.

Sedangkan QS Al-Isra ayat 9 artinya: “Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” Yahudi melecehkan Alquran, bahkan hendak membunuh Nabi Saw di Madinah. Kini orang-orang yang ingin menegakkan ayat-ayat Alquran dituduh teroris dan dikejar-kejar oleh pasukan khusus anti teror berdasarkan perintah undang-undang anti teroris yang disahkan DPR. Apa hubungan selanjutnya, silahkan direnungkan.

Pada hari Rabu 30 September 2009 jam 17.16 terjadi gempa dahsyat di Padang berkekuatan 7,6 skala Richter. Tak lama kemudian menyusul gempa kedua pada jam 17.58. Terakhir gempa susulan terjadi pada keesokan harinya jam 08.52. Saya sudah jenuh mendengarkan analisa dari sejumlah ahli yang selalu mengaitkan gempa dengan teori ilmiah, yakni pergeseran lempeng. Dari dulu sampai sekarang, kalau ada musibah gempa selalu dikaitkan dengan teori pergeseran lempengan.

Kenapa tidak ada yang berani mengaitkan musibah ini dengan perilaku manusia di atasnya? Padahal Allah SWT berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41).

Kalau saya buka QS Al-Isra ayat 16 artinya: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Hikmah apa antara jam terjadinya gempa dengan arti ayat tersebut, silakan direnungkan. Saya jadi teringat saat diundang oleh Komite Penerapaan Syariat Islam (KPSI) Padang untuk menyampaikan seminar tentang hukum pidana Islam (Hudud) di gedung DPRD dan deklarasi penegakan syariat Islam di sana yang tidak dihadiri oleh para pejabat, padahal mereka semua diundang oleh panitia. Usai deklarasi hujan turun dengan lebatnya padahal siang itu panas sangat terik.

Dalam seminar yang juga dihadiri oleh Walikota Padang Fauzi Bahar itu dibahas banyak hal tentang histori kota Padang yang memiliki slogan hidup ABS-SBK, yakni Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah. Ada lagi Adat Mamakai Syara Mangatui. Di tengah jalannya seminar itu ada yang berseloroh dengan semangat, “Jika di ranah Minangkabau ini tidak ditegakkan syariat, maka kata Minang buang saja, tinggallah kata ‘Kerbau’.”
Seminar itu diadakan KPSI ketika Walikota mengeluarkan aturan supaya anak-anak sekolah memakai busana muslim pada hari Jumat, namun diprotes oleh sejumlah LSM sekuler. Maka saya datang untuk mendukung kebijakan Walikota.

Kalau saya buka QS Al-Isra ayat 58 artinya: “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz).” Apa yang terjadi dengan penduduk Padang, Allah SWT Maha Tahu lalu mereka sendiri juga tahu.

Apakah ada hubungannya ayat ini dengan prilaku penduduk di sana, silakan renungkan sendiri. Tetapi bukankah prilaku orang-orang di Jakarta lebih mengerikan? Allah SWT menjelaskan: “Dan jagalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS Al-Anfal: 25). Jadi kalau yang zalim para pejabat di Jakarta maka bisa saja Allah menimpakan azab kepada penduduk Indonesia di wilayah lainnya.

Akhirnya, kalau saya buka QS 8: 52 artinya: “(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.” DPR dan DPD dilantik dengan biaya Rp 46 M, suatu jumlah yang tidak pantas ketika bangsa sedang mengalami banyak musibah. Sementara itu tugas DPR yang mestinya membuat UU yang sesuai dengan Alquran justru menyelisihinya sehingga korupsi kian merajalela, kemaksiatan membabi-buta, maka rakyat tambah sengsara. Maka renungkanlah firman-Nya: “Maka peringatkanlah kepada orang-orang yang menyelisihi perintah Kami, bahwa mereka akan ditimpa fitnah atau azab yang pedih”. (QS Annur: 63)

-------------------------------------------------
Direktur Lembaga Kajian Syariat Islam

Comments (1) >>
...
written by aminullah, June 17, 2011

tulisan bagus pak. saya setuju. terima kasih dan teruslah menulis.

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru