Advertisement
 
 
No. 41 Cetak E-mail
Thursday, 31 December 2009

MENGGUNJING TEMAN, saudara, tetangga, public figure, atau  siapapun, tentang apapun. Bak pepatah lidah tak bertulang, lisan atau obrolan serampangan, sungguh dapat berakibat  fatal.

Sepasang suami-istri yang begitu harmonis mengarungi bahtera rumah tangga, bisa seketika kandas akibat terpaan kabar dari lisan yang tak menyenangkan. Dua orang sahabat yang telah menjalin ukhuwah sekian lama,  sangat mungkin terlibat perselisihan, lantaran ‘racun’ lisan yang tak terjaga.

Celakanya, ghibah saat ini telah menjadi tren di tengah masyarakat, sebagai konsekuensi kebebasan informasi di berbagai media (cetak, elektronik dan online) yang cenderung liberal.

Begitu, penggalan paragraf di Sajian Utama Alhikmah edisi 41, Desember 2009, “Karena Lidah tak Bertulang; Tinggalkan Ghibah, Gunakan Lisan untuk Kebaikan.”

Sebuah pengingat, jangan-jangan kita termasuk penikmat, bahkan pelaku ghibah itu sendiri.  Perilaku yang sangat dibenci Allah seperti tertulis dalam Firman-Nya di dalam Alquran Surat Alhujurat ayat 12.

Rubrik Hidayah tabloid Alhikmah kali ini mengangkat kisah petualangan perbandingan agama seorang Muhammad Dhani (Axl William Rusyd), hingga akhirnya memilih Islam sebagai episode terakhir petualangan dia.
Iskandarsyah Berian (Isbul) adalah sosok yang kini menghias halaman Profil. Nama Isbul  memang tidak dikenal di khalayak umum. Lain halnya jika sudah masuk ke dunia hitam. Sebut saja Isbul, bulu kuduk orang-orang sekitar hampir pasti berdiri merinding. “Dunia hitam di Bandung dan Jakarta kenal saya. Sebut saja Isbul, Iskandar bule, si trouble maker, si tukang bacok orang,” tutur kang Is sembari tertawa ringan.

Penasaran? Silahkan mampir di halaman 12. Simak suka duka pria kelahiran Beograd, Yugoslavia ini. Jangan juga melewatkan  halaman lainnya, yang berisi rubrik-rubrik tetap, khas tabloid ini untuk Anda nikmati.

Pembaca, genap setahun sejak perubahan Alhikmah edisi 30, Januari 2009. Saat itu di rubrik yang sama, Beranda Redaksi, kami menorehkan sebait kata, Perubahan. Dan kata itu menjadi sebuah keniscayaan bagi media semisal Alhikmah, yang harus mampu mengimbangi helaan nafas zaman, tanpa harus terjebak ‘zona nyaman’ yang kerap melenakan.

Selama itu masih dalam kerangka visi perjuangan Islam, perubahan bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Bahkan harus dilakukan, jika itu memang dianggap penting untuk disegerakan. Maka, beragam bentuk dukungan Anda, baik berupa saran, kritik, terlebih doa, adalah sesuatu yang sangat kami nantikan, demi kelangsungan  dakwah Islam bil Qalam di media ini.

Edisi 41, Desember 2009 ini, adalah edisi terakhir, sebelum  wajah baru Alhikmah mengemuka di edisi ke -42, Januari 2010 yang akan datang, Insya Allah. Nantikan.

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru