Advertisement
 
 
Sudah 30 Tahun Belum Dikaruniai Anak Cetak E-mail
Thursday, 31 December 2009

Asssalamu’alaikum wr. wb.
Ustadz, usia pernikahan saya sudah 30 tahun. Namun, Allah belum juga memberikan kami anak. Kondisi ini kadang membuat kami depresi dan malu ka-rena pihak keluarga dan tetangga terus bertanya. Masalah sedikit di antara kami pun kadang berujung besar. Ustadz, saya minta solusinya. (Ibu NN, Cimahi)

Jawaban:

Salah satu dari sekian peristiwa dalam perjalanan hidup manusia yang banyak dirahasiakan Allah SWT adalah masalah kelahiran. Ada orang yang siap dianugerahi anak, tapi tidak kunjung berhasil punya anak. Tapi tidak sedikit juga yang belum siap punya anak tapi kemudian kembali dianugerahi.

Allah memberikan contoh tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria. Mereka adalah contoh orang shalih tapi sampai usia lanjut tidak dianugerahi putra atau putri. Mereka tidak putus asa, terus berdoa. Baru sesudah beliau tua, Allah me-nganugerahkan putra yaitu Ismail dan Ishak untuk Ibrahim, dan Yahya untuk Zakaria.
Nabiyullah Ibrahim tetap berdoa dan beliau pun diuji dengan berbagai ujian. Tapi beliau selalu lulus menghadapi dan menyikapi ujian-ujian tersebut. Salah satu doa beliau yang tercantum dalam Alquran ialah: Rabbi Habli Minassolihin. Ya Tuhan “Berilah aku keturunan yang salih.”

 Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Ibrahim dan Zakaria ialah tidak putus asa dan berdoa terus kepada Allah SWT, sembari ikhtiar. Ada salah satu ajaran agama tentang kehadiran anak di tengah rumah tangga yang bukan dari darah daging kita, yaitu mengangkat anak asuh. Dan akan lebih baik lagi apabila anak asuh itu yang se-mahrom de-ngan bapak atau ibu asuhnya.

Anjuran saya agar rumah tangga anda tidak kesepian ialah mengangkat anak asuh tersebut. Yang tidak kalah pentingnya ialah bahwa keharmonisan, toleransi, penuh pengertian, saling cinta mencintai diantara suami istri, juga sangat penting untuk dilestarikan. Oleh karena itu setiap suami atau istri wajib menjaga, memelihara dan melestarikannya dalam kehidupan rumah tangga.

Kerugian besar dalam berumah tangga, apabila suatu keluarga yang tidak punya anak tidak memperoleh keharmonisan dan ketentraman dalam berumah tangga.

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru