Advertisement
 
 
Pilih Orang Tua atau Suami Cetak E-mail
Monday, 01 February 2010

Assalamu’alaikum wr. wb.
Ustadzah, jika kelak saya menikah, calon suami meminta saya untuk berhenti kerja, padahal posisi dan jabatan saya sudah mapan. Sementara, kedua orang tua tidak menghendaki saya keluar. Mereka malah marah jika saya berhenti bekerja, dengan alasan mereka sudah capek-capek menyekolahkan dengan biaya yang tidak sedikit. Bagaimana sikap saya seharusnya? (Eva-Purwokerto)

Wa’alaikumussalam wr. wb.
Mbak Eva yang baik, saya memahami kebingungan yang terjadi, saat dua hal yang bertentangan harus dipenuhi dalam waktu bersamaan. Mbak Eva, seorang wanita ketika menikah maka bertambahlah status dia. Tidak hanya sebagai anak dari orang tuanya, namun Mbak juga menjadi istri dari seorang suami.

Ketaatan kepada suami menjadi prioritas pertama, selama perintahnya tidak berupa maksiat atau bertentangan dengan syariat. Kenapa? Karena Mbak telah menjadi tanggung jawab suami, bukan lagi tanggung jawab orang tua. Namun Mbak masih punya hak untuk mengetahui alasan kenapa suami melarang Mbak  Eva agar tidak bekerja. Coba diskusikan dengan calon suami tentang keinginan orang tua tersebut.

Jika calon suami punya alasan yang sangat baik melarang Mbak Eva, sebaiknya turuti perintah suami. Lalu berikan penjelasan yang baik kepada orang tua tentang alasan-alasan kenapa tidak diizinkan bekerja. Memang kewajiban menafkahi; bekerja, dalam Islam menjadi kewajiban suami. Seorang istri tidak wajib mencari nafkah. Sekedar membantu diperbolehkan, itu juga atas izin suami. Seorang suamilah yang harus memenuhi kebutuhan lahir batin seorang istri.

Istri yang shaleh, salah satu cirinya taat kepada suami jika diperintah, demikian sabda Rasulullah Saw, ”Istri yang menyenangkan ketika dipandang suaminya, taat kepada suaminya ketika diperintah dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara yang tidak disukai suaminya, baik tentang diri maupun harta suaminya.” (HR Ahmad).

Bahkan istri yang diridhai suaminya bisa masuk surga dari pintu mana saja yang disukai. Lalu apakah pendidikan orang tua untuk anaknya menjadi sia-sia disebabkan anaknya tidak bekerja? Tentu saja tidak! Rasulullah Saw bersabda, ”Barangsiapa mempunyai dua anak perempuan dan diasuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk surga.” (HR Bukhari)

“Barangsiapa memelihara (mengasuh) tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan wajib baginya masuk surga”. (HR Ath-Thahawi). Diriwayat lain, seorang shahabat bertanya, ”Bagaimana kalau hanya seorang anak perempuan?” Rasulullah Saw menjawab, ”Bahkan seorang pun!”        

Mudah-mudahan ketaatan Mbak Eva kepada suami, kelak akan mendatang keberkahan untuk orang tua Mbak Eva. Amin. 

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru