Advertisement
 
 
No. 43 Cetak E-mail
Monday, 01 February 2010

Assalamu’alaikum wr. wb.
“Wajah baru Alhikmah tampak lebih eksklusif. Isinya pun jadi lebih inspiratif. Banyak hal yang bisa dikumpulkan untuk saya kliping,” kata seorang pembaca, saat berbincang ringan dengan tim redaksi sepenggal waktu lalu.
Satu dari sekian banyak respon dari pembaca yang kami terima, mengomentari tampilan baru Alhikmah. Alhamdulillah, bahkan salah seorang pembaca loyal yang telah berlangganan sejak edisi mula, 2007, turut serta memberikan apresiasi terhadap perubahan Alhikmah. Ada pula yang menyampaikan apresiasi serta doa untuk kemajuan media ini, sekaligus menyayangkan penggantian rubrik favoritnya.

Itulah perubahan. Hampir pasti selalu ada yang harus ‘dikorbankan’. Tak berarti yang lama kalah mutu. Hanya mencoba menyelaraskan keterbatasan ruang yang hanya 28 halaman, dengan arah perubahan yang diusung.
Pembaca, insya Allah, di Sajian Utama Alhikmah edisi Februari 2010 ini, kami coba menghadirkan tema ‘Menjadi Muslim Kreatif’. Bingkainya sederhana. Coba membangkitkan spirit kita, dalam  rangka mengimbangi hela nafas zaman yang kerap melenakan.

Dr. Ing Fahmi Amhar, dalam makalahnya “Penelitian, Kebenaran dan Kreativitas dalam Paradigma Islam” mengatakan,  kreativitas diperlukan untuk menjawab tantangan permasalahan yang dihadapi di dunia ini.  Kreativitaslah yang menjadikan suatu bangsa unggul dalam ilmu dan teknologi, dan bukan nilai kebenaran atau kebijaksanaan yang mereka kumpulkan.

Fakta-fakta kejayaan peradaban Islam di masa lampau, melalui karya-karya kreatif para cerdik cendekia muslim saat itu coba kami hadirkan ke tengah pembaca. Begitu pun para cendekiawan muslim kontemporer. Bukan sekedar untuk dikenang, lantas berhenti begitu saja. Tapi lebih dari itu. Bahwa kita, umat Islam mempunyai modal yang  memadai, untuk mampu bangkit menjadi pribadi-pribadi yang unggul, yang akan menghantarkan kita kembali meraih kegemilangan peradaban Islam, kelak.  

Mengutip salah satu paragraf di Sajian Utama, “Menjadi muslim kreatif, misalnya. Tentu tak lepas dari aspek-aspek kepribadian seorang muslim lainnya, mulai aspek ruhiyah, fikriyah, hingga amaliyahnya. Ruhiyah yang baik logisnya akan melahirkan akidah yang lurus dan mantap, tak tergoyahkan. Fikriyah yang cemerlang tentu bermula dari wawasan keislaman yang matang, dan pola pikir islami yang berawal dari satu sumber, yakni kebenaran dari Allah SWT. Sehingga membuahkan kreativitas yang unggul, dan dirasakan manfaatnya oleh umat. Amaliyah  yang terjaga akan memunculkan konsistensi lisan dan perbuatan pada pribadi-pribadi muslim.”

Di rubrik Profil, pembaca bisa menyimak ‘Revolusi Sampah dari Taman Sari’. Sebuah gagasan dari seorang ibu bernama Iyom, yang dengan kegigihannya berhasil mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai, bahkan kemudian menebar mashlahat bagi masyarakat banyak. Wallahu a’lam.

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
Berikutnya >