Advertisement
 
 
Rasul kita yang Sederhana Cetak E-mail
Monday, 01 February 2010

DENGAN NADA sedikit tinggi, laki-laki itu bertanya, “Ceritakan kepadaku, pakaian terbaik seperti apa yang dimiliki Baginda?“ “Beliau hanya memiliki sepasang pakaian berwarna merah yang dipakai setiap hari Jumat dan ketika menerima tamu,” jawab wanita itu pelan.

Seolah belum puas, laki-laki itu kembali melontarkan pertanyaan tajam, “Makanan apa yang paling lezat yang pernah dimakan oleh Baginda? “Alas tidur apa yang paling baik yang pernah digunakan Baginda?” Dengan sedikit rasa takut, wanita itu menjawab “Beliau memakan roti yang terbuat dari tepung kasar yang dicelupkan ke dalam minyak…, alas tidurnya sehelai kain yang pada musim panas dilipat empat dan pada musim dingin dilipat dua; separuh untuk alas tidurnya dan separuh lagi untuk selimut”.

Mendengar jawaban tersebut, laki-laki itu lalu berkata, “Sekarang, pergilah! Katakan kepada mereka, Rasulullah Saw telah mencontohkan pola hidup sederhana, merasa cukup dengan apa yang ada demi meraih kebahagiaan akhirat. Aku tentu akan mengikuti teladan beliau….” Itulah jawaban Umar bin Khaththab, seorang pemimpin sebuah Negara besar di Madinah, kepada Hafshah putrinya yang juga istri Rasulullah saw.

Sebelumnya, Hafshah diminta oleh Ali, Utsman, Zubair, dan Thalhah untuk menanyakan kepada Khalifah Umar bin Khaththab tentang usulan mereka agar menambah tunjangan kepala negara, karena dinilai terlalu rendah. Mereka pernah melihat, Umar pernah datang terlambat menjadi khatib Jumat hanya karena sebelumnya menjahit pakaiannya yang sudah usang. Akan tetapi, begitulah sikap pemimpin besar yang zuhud, ketika penambahan tunjangan diusulkan, Umar malah balik bertanya, “Siapa yang telah mengajukan usulan itu? “Seandainya aku tahu nama-nama mereka, aku akan memukul wajah-wajah mereka!” Subhanallah.

Belum hilang dari benak masyarakat, negeri yang hutangnya sudah melampaui Rp 1000 triliun, mobil mewah Camry seolah tidak lagi layak dinaiki, diganti Royal Crown Saloon seharga 1,3 miliar, padahal para pejabat di Belanda, negeri yang pernah menjajahnya ratusan tahun, hanya seharga sekitar Rp 600 Juta saja. Masih juga hangat dalam ingatan, negeri yang rakyatnya belum beranjak dari miskin, belum lagi genap 100 hari menjabat, gaji dan tunjangannya diusulkan dinaikkan. Belum juga kesedihan korban gempa hilang, Istana malah berbenah merenovasi pagar senilai Rp 22,5 miliar.

Rasa- rasanya, belum pernah penulis mendengar ada pejabat di negeri ini yang mengatakan: “Rasulullah Saw telah mencontohkan pola hidup sederhana, merasa cukup dengan apa yang ada demi meraih kebahagiaan akhirat. Aku tentu akan mengikuti teladan beliau …” Jika memang ada, mohon diinformasikan. Apabila memungkinkan, tolong sekalian tunjukkan. Subhanallah, artinya ia telah mencontoh gaya hidup  Rasul kita yang sederhana.

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
   
 
   
 
 
 
 
 
Alhikmah Terbaru